Tampilkan postingan dengan label Suara Ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara Ku. Tampilkan semua postingan

21/03/11

Hope

sungguh ingin seperti itu.....
malam yg kalutkan muda-mudi....
pecahkan lilin-lilin batas...
sampai paling ujung yang tak berkesudahan....
melihat-Mu sedalam ini.....

21/04/10

Misteri

dengan puluhan buku aku baca
di puluhan pintu coba aku buka
bersama puluhan guru aku bercerita

tentang sebuah misteri
misteri yang sampai saat ini aku tak bisa memecahkannya
bukan tentang Alam, bukan pula tentang Tuhan
sesuatu yang tak tampak, tapi sangat terasa hangat

sebuah Misteri dimana Hatiku tak bisa melupakanmu
sebuah Misteri dimana Jiwaku tak bisa menjauh darimu
sebuah Misteri dimana Ragaku tak bisa berpisah darimu

kau Rosyidah Ridha....

05/04/10

Seperti tahun sebelumnya...

disela sudut ramai yang aku sadar
sebuah suara getarkan sapa
satu tanya darinya, untukku yang lupa sedari diri
melesat menerawang akan sebuah ucap yang belum sempat terucap
baginya adalah makna kasih, bagiku hanyalah ritual bisu

aku sadar ini mengecewakannya
aku sadar ini membuat sedikit sakit hatinya
aku sadar ini...
kalaulah aku lupa hari jadi
entah itu dirinya, orang tua, keluarga, kaka2-ku apalagi hanya teman main-ku...

dan aku lagi-lagi hanyalah ucapkan maaf
yang sudah pernah juga aku ucap di beberapa tahun sebelumnya

entah ini penyakit..
entah ini kebiasaan diri..
entah ini ketidak romantisan aku yang laki-laki..
yang lupa hari jadi mu, no sepatu, bahkan kesukaanmu

tapi aku bilang pada mu, bahwa aku tidak pernah lupa ataupun akan melupakan
jikalau bulan syawal nanti, yang menemaniku kala hidup dan ajalku tiada lain adalah dirimu...
aku sangat ingat itu..
aku sangat sadar itu..
dan aku sudah ikrarkan itu di kedalaman sanubari, sampai ajal menghampiri

04-04-2010....

19/03/10

Jalanku

setapak langkah mulai tinggalkan jejak
naiki anak tangga yang aku yakin ada ujungnya
suara mu pun mulai terdengar
tandakan bahwa aku tak sendiri
aku yakin itu..!!

19/02/10

untuk-Mu Sang Pemilik Nama

di penghujung ego diri
di puncak keangkuhan hati
aku tersungkur keras
dikemaluan yang tak tertepi
pada-Nya aku malu untuk berdiri

kemana kebebasan manusia kala Ia meng-Ada?
dimana kekuatan manusia saat Ia mulai berbicara?

siapa dari kalian yang bisa bantu jawabnya...!!

aku saja tak tau...!
mungkin aku sendiri akan bilang!
"Cukup diam dan malu ku yang menjawab semua"

'Alaika...

di saat sepi ruang kantor, at 03.00

20/12/09

Titik Cerah

secercah cahaya mulai tersibak

angin pun mulai hembuskan jejak tegasnya

jelas sekali kemana arah dia datang dan akan pergi

aku tatap disela-sela waktu menunggu

menunggu matahariku kembali tersipu

17/12/09

Aku mau

Jauh di kedalaman relung jiwa
aku sempat terbangun
menatap disela sudut semesta
bahwa ada yang selalu tersipu

entah aku sadar akannya
ataukah bayang semu diantara fatamorgana
tapi aku merasa kuat
kehadirannya begitu dekat
sibakkan tirai ragu
sampai aku malu
bahwa aku mau
dengan mu;
Matahariqu

uuuhhhh

dalam hitungan yang sangat cepat
arah mataku mengabur
tak sanggup pandangi kenyataan
hal itu pun tersebar ke seluruh penjuru tubuhku
sepertinya mereka sangat paham dengan keadaan

keadaan dimana ;
galau sampai dititik nadir yang paling lemah
senyap hingga dibatas kesunyatan kubur
hilang sesaat seperti aku tak pernah dilahirkan

alam pun tak hiraukan keadaan ku
angin malah enggan menyapaku
bahkan, bintang juga acuh dengan tubuhku

aku ingin teriak, tapi siapa yang mau menyimak
aku ingin lari, tapi arah mana yang harus ditapak
bumi tak sedikitpun bertanya padaku..."mau kemana kau sobat?"..huuuhhhhh

13/12/09

Afwan ya habibati

semakin jenuh itu timbul, pada saat sama semakin bertambah pula eksistensi sejatimu dalam hidupku
aku memang sempat lakukan salah
aku memang pernah khianat rasa
aku memang aib untuk kesejatian cinta

dengan kerendahan jiwa mu aku semakin malu
bahwa lakuku tiada pernah terbenarkan
maaf ku mungkin tiada berarti
tapi aku akan pastikan jiwamu memenuhi dalam relung kalbuku
maaf ku dlm jiwa, maafku dalam rasa, maaf ku dlm sanubari semesta
untuk mataharique

20/11/09

Keindahan Suci

Sungguh aku tak bisa beri alasan kenapa aku mengatakan bahwa kau adalah sesuatu yang "Indah..."

Hal itu layaknya aku berjalan di tengah kosmos yang penuh dengan teka-teki dan menulusuri labirin yang simpul-simpulnya selalu terbuka sampai akhir.

Keindahan adalah sebuah keasingan yang nyinyir perih dirasa
Karena sangat sulit ku pahami, hampir-hampir mistis adanya
Seperti warna-warni cakrawala yang menakjubkan, sekaligus berat membingungkan

"salamku untuk mu Ibu... "

12/11/09

Benar adanya

Tarian jemari dalam bit-bit symbol
Terhenti pada sebuah aksen yang silam
Bahwa aku sempat kenal dengan perempuan

Bukan pandangan pertama
Bukan juga kesan bermula
yang pasti, Bukan niat men-dua

Itu hadir tanpa alasan
Itu muncul disela perjamuan
saat ramai dalam kesepian

sedikit berbeda, tapi tetap sama
bahwa mereka memiliki kepekaan rasa
maaf kan aku wahai yang disana
kalau lah ini adalah luka
kalau lah ini adalah dusta tanpa mata

yang pasti, tidak ada nama selain yang satu
dibalik awan yang selalu membiru
dengan sinar mu alam menjadi malu
hanya engkau yang kusebut matahariku




dimalam..saat temanku tertidur

10/11/09

Salju II

Salju..
Sama dengan ayat-ayat saljuku
Tapi salju yang satu ini berbeda
Ia adalah nyata, senyata dunia

Aku belumlah mengerti saljuku
Tapi mungkin ia sudah mengerti aku
Karena ia begitu putih juga suci

Aku lebih banyak bercerita tentangnya di malam hari
Karena aku takut, terdengar yang lain
Aku sering membicarakannya disaat sepi
Karena aku tak mau terlihat oleh laki-laki yang juga ingin

Aku simpan ia dikehangatan yang sempurna
Aku jaga ia dalam rahasia malam
Aku senyapkan ia dalam selimut rasa

Salju

Salju..
kata itu muncul dengan tiba-tiba
entah dimana rimbanya, pastinya kaulah muaranya
muara segala yang ada di hati
muara segala yang ada di rasa

salju..
seperti itu dzikirku aku lafazkan
tak ku hiraukan apa kata orang
kepalaku tetap utuh dalam anggukan
dalam tarian syahdu saljuku…

salju..
terkadang menakutkan, tapi lebih banyak menyegarkan
terkadang menjemukan dengan warnanya yang satu
tapi aku senang
tapi aku paham bahwa ia setia pada pendirian

sudut bangku, dalam ingatan.....

17/09/09

sAat Dimana aKu teRkenanG

Diam tersungkur pada satu tatapan
melihat tajam di kejauhan awan
tampak kegembiraan hiasi sinar bintang
mereka seperti berbicara
bulan saat itu sedang menyapa
dengan aku dalam satu rasa
rasa rindu untuk kembali bersama

Rindu itu pun semakin terasa
waktu dimana masa kecilku makin mengeruak kepermukaan utk dikenang
terhampar luas tanah lahir utk menginjakkan kaki
yang sudah lama lupa dgn bumi kenangan lampau
sahabat, teman, kawan juga lawan
aku ingin kembali pulang....


Jakarta, pojok bangku
17 bulan Ramadhan 2009

06/09/09

-

sampai kapan balutan citra kosong itu tertanam
sampai kapan goretan topeng bolong itu melekat
sampai kapan aku bisa rasakan, kalau sunyi itu tak diam
sampai kapan aku bisa suarakan, kalau gelap itu tak hitam

kemana lagi harus ber-lari
kalau jalan suasana semakin sepi
kemana lagi harus ber-teriak
kalau angin tak lagi menge-riak
kemana lagi harus mengadu
kalau manusia sdh jadi batu

uuukkkhhhhhh

syahdan...
tataplah ke semua penjuru
pastikan tak ada yang terlepas
ikat semua dgn urat tubuh mu
sapa kan dengan senyum darahmu
bahwa ibu kita, ibu pertiwi, ibu srikandi, masih berdiri
tegak dengan kekauatan hati

21/08/09

MenCari

sunyi..tak berbunyi
dingin..tak ber-angin
senyap..tak dapat diresap

dimana aku ber-ada?
dimana aku me-rasa?
dimana aku harus menyapa?
sapa tanpa suara
salam tanpa dendam
senyuman tanpa imbalan

Cukup di Aku

kata yang tak pernah ada..
suara yang tak pernah tersua...
rasa yang tak sempat dibuka...

biarlah aku saja..
biar.... aku.... saja....
aku saja yang tahu bahwa itu pernah ada
aku saja yang tahu bahwa itu sempat ada
aku saja yang tahu bahwa itu memang benar adanya...

aku... saja....
cukup aku saja....

maafkan aku wahai adinda...

19/06/09

Sajak Mata-hari

terhela lama aku diam
terpasung dada tak kuasa bersua
hari sepi termakna
mata redup dirasa
aku hanya ingin jumpa
mata-hari ku kembali dekat

menunggu cahaya terangi ruang
ruang gelap yang tak lepas pergi
kutunggu hari, itu terwujud
sampai padu mata-hari ku

29/04/09

Salam Rahmatan 'alaikum..

Engkau adalah deru ombak laut,
titik mata air surga,
usapan angin timur tundukkan tinggi rerumputan,
suara padang-padang sejukkan hayawan gersang.
Kusematkan cintaku untuk kalian - ersangan dikedalaman rimba rasa,
dalam titik cahaya-Nya kalian berikan untuk kehidupan adinda terjaga.

ya Robbi... dikedalaman relung jiwa ini,
ada senandung yang tak tertepi untuk luapkan dalam sebait kata,
bisu sapaku ingin sampaikan dari kejauhan...
dalam do'aku segenap semesta untuk kalian berdua,
tersanding dikemuliaan al-Qur'an ku panjatkan.
Mulia untukmu..
Keharuman surgawi bagimu...
wahai GuruHidupku..

dikejauhan raga
dalam pusaran cinta adinda
Jakarta, saksi mata...

M. Rasyid Ridha

13/04/09

Restumu GuruHidupku

Akhirnya
tiba saat dimana hari itu datang utk aku rasakan
bhw siang adlh ruang terang yg terhampar ragam tantangan..
dan bhw malam adlh ladang senyap utk pusatkan tangan dlm harapan

semua sdh terbuka
semua sdh terbaca
semua sdh diRestu utk satu

satu waktu utk mengadu
satu waktu utk menuju
satu laku utk melaksana
satu kalimat utk do'a

"satu" - "menyatu" segalanya utk "kita" dari hakekat dua
ini suara kami Tuhan..