23/08/12
Demokrasi bablas
Sejak era reformasi tahun 98,runtuhnya rezim Soeharto membawa masyarakat Indonesia seperti keambang pintu yang penuh dengan kebebasan berkata pula berbeda.
demokrasi yang diinginkan, benar-benar demokrasi yang hakiki. tapi hanya buat orang yang bisa angkat kaki. demokrasi buat mereka tapi tidak buat wong desa. demokrasi kebablasan mungkin yang ingin saya utarakan. demokrasi yang benar-benar bebas berbuat, bebas berbicara tanpa hina
21/03/11
Hope
sungguh ingin seperti itu.....
malam yg kalutkan muda-mudi....
pecahkan lilin-lilin batas...
sampai paling ujung yang tak berkesudahan....
melihat-Mu sedalam ini.....
malam yg kalutkan muda-mudi....
pecahkan lilin-lilin batas...
sampai paling ujung yang tak berkesudahan....
melihat-Mu sedalam ini.....
20/01/11
Hanya pembuka
Lama tak bersua, waktu tiada pernah kompromi,,
aku ditinggal sendiri atu malah aku yang meninggalkan dengan sendirinya?entahlah...
tidak ingin ber-apologi atau berkelit diri,,aku memang sempat mati...
suasana itu membuatku tertidur pulas...
sampai aku tak sadar bahwa aku harus bangun...
mimpi membawaku kedalam labirin angan yang ujungnya aku tak tau...
ahh...aku tidak mau menyalahkan siapa-siapa...
sekarang aku sudah memiliki istri, tidak sendiri lagi
keluarga kecil sudah mulai harus aku pahami...
baik secara antologi ataupun duniawi....
satu untuk berdua..berdua menjadi satu...
sakinah, mawaddah - warahmah ucap para kiai
bahagia, rukun - damai pesan orang yang sudah mengerti
senang dan senang banget hanya itu yang aku rasai...
hee..
aku ditinggal sendiri atu malah aku yang meninggalkan dengan sendirinya?entahlah...
tidak ingin ber-apologi atau berkelit diri,,aku memang sempat mati...
suasana itu membuatku tertidur pulas...
sampai aku tak sadar bahwa aku harus bangun...
mimpi membawaku kedalam labirin angan yang ujungnya aku tak tau...
ahh...aku tidak mau menyalahkan siapa-siapa...
sekarang aku sudah memiliki istri, tidak sendiri lagi
keluarga kecil sudah mulai harus aku pahami...
baik secara antologi ataupun duniawi....
satu untuk berdua..berdua menjadi satu...
sakinah, mawaddah - warahmah ucap para kiai
bahagia, rukun - damai pesan orang yang sudah mengerti
senang dan senang banget hanya itu yang aku rasai...
hee..
21/04/10
Misteri
dengan puluhan buku aku baca
di puluhan pintu coba aku buka
bersama puluhan guru aku bercerita
tentang sebuah misteri
misteri yang sampai saat ini aku tak bisa memecahkannya
bukan tentang Alam, bukan pula tentang Tuhan
sesuatu yang tak tampak, tapi sangat terasa hangat
sebuah Misteri dimana Hatiku tak bisa melupakanmu
sebuah Misteri dimana Jiwaku tak bisa menjauh darimu
sebuah Misteri dimana Ragaku tak bisa berpisah darimu
kau Rosyidah Ridha....
di puluhan pintu coba aku buka
bersama puluhan guru aku bercerita
tentang sebuah misteri
misteri yang sampai saat ini aku tak bisa memecahkannya
bukan tentang Alam, bukan pula tentang Tuhan
sesuatu yang tak tampak, tapi sangat terasa hangat
sebuah Misteri dimana Hatiku tak bisa melupakanmu
sebuah Misteri dimana Jiwaku tak bisa menjauh darimu
sebuah Misteri dimana Ragaku tak bisa berpisah darimu
kau Rosyidah Ridha....
05/04/10
Seperti tahun sebelumnya...
disela sudut ramai yang aku sadar
sebuah suara getarkan sapa
satu tanya darinya, untukku yang lupa sedari diri
melesat menerawang akan sebuah ucap yang belum sempat terucap
baginya adalah makna kasih, bagiku hanyalah ritual bisu
aku sadar ini mengecewakannya
aku sadar ini membuat sedikit sakit hatinya
aku sadar ini...
kalaulah aku lupa hari jadi
entah itu dirinya, orang tua, keluarga, kaka2-ku apalagi hanya teman main-ku...
dan aku lagi-lagi hanyalah ucapkan maaf
yang sudah pernah juga aku ucap di beberapa tahun sebelumnya
entah ini penyakit..
entah ini kebiasaan diri..
entah ini ketidak romantisan aku yang laki-laki..
yang lupa hari jadi mu, no sepatu, bahkan kesukaanmu
tapi aku bilang pada mu, bahwa aku tidak pernah lupa ataupun akan melupakan
jikalau bulan syawal nanti, yang menemaniku kala hidup dan ajalku tiada lain adalah dirimu...
aku sangat ingat itu..
aku sangat sadar itu..
dan aku sudah ikrarkan itu di kedalaman sanubari, sampai ajal menghampiri
04-04-2010....
sebuah suara getarkan sapa
satu tanya darinya, untukku yang lupa sedari diri
melesat menerawang akan sebuah ucap yang belum sempat terucap
baginya adalah makna kasih, bagiku hanyalah ritual bisu
aku sadar ini mengecewakannya
aku sadar ini membuat sedikit sakit hatinya
aku sadar ini...
kalaulah aku lupa hari jadi
entah itu dirinya, orang tua, keluarga, kaka2-ku apalagi hanya teman main-ku...
dan aku lagi-lagi hanyalah ucapkan maaf
yang sudah pernah juga aku ucap di beberapa tahun sebelumnya
entah ini penyakit..
entah ini kebiasaan diri..
entah ini ketidak romantisan aku yang laki-laki..
yang lupa hari jadi mu, no sepatu, bahkan kesukaanmu
tapi aku bilang pada mu, bahwa aku tidak pernah lupa ataupun akan melupakan
jikalau bulan syawal nanti, yang menemaniku kala hidup dan ajalku tiada lain adalah dirimu...
aku sangat ingat itu..
aku sangat sadar itu..
dan aku sudah ikrarkan itu di kedalaman sanubari, sampai ajal menghampiri
04-04-2010....
22/03/10
FOTO,ENCOD-DECOD & IDENTITAS KULTURAL (Babak I)
Sebuah foto sepertinya mulai hilang secara perlahan dalam kajian kita, entah ini hanya prasangka atau mungkin saja hanya sekedar negosiasi akan eksistensi semata. yang pasti, bagi saya sendiri foto adalah hal yang penting dalam membuat sebuah formula untuk menanamkan kode-kode pencitraan ketika membuat sebuah makna khusus.
Apa sebenarnya yang membuat pamor foto kalah rating dengan pengkodean melalui media televisi?itu mungkin bisa kita jawab bareng-bareng,untuk kalian yang mengaku seorang fotografer, pencinta foto atau juga yang suka difoto,hwe..
Tentunya dalam coretan iseng saya ini, sedikit ingin menyinggung sekaligus menjunjung lagi arti sebuah foto dalam pembentukan kode-kode kulturul dan menjadi bahan santapan masyarakat secara tidak sadar dalam mengaktualisasikan kediriannya, bahkan yang sering dilupakan menjadi riset perbendaharaan mereka untuk menentukan kostum, orang disekitar,life style dan semua yang berbau dunia ke-anyaran.
Ragam cara manusia menyajikan selembar foto menjadi sebuah media informasi,provokasi dan tentunya apresiasi terhadap diri sendiri akan kelebihan atau tanpa sadar kekurangan. Lihat saja gelaran pemaran foto tunggal, kolektif, buku sampai tag foto yang sekarang makin gencar menggempur otak masyarakat Indonesia is pacebuuk (kata teman saya,,hee)
saya teringat kata seorang jurnalis Eropa. "kita tak boleh buta terhadap fakta bahwa, disebuah dunia yang sepersekian waktunya ditembusi oleh berbagai produk media industri, yang itu telah muncul suatu arena besar untuk proses self-fashioning. Ini adalah panggung yang terbebas dari keterbatasan spasial dan temporal interaksi dari muka ke muka dan aksesibilitas foto dan gempuran globalnya, dan ini semakin tersedia bagi individu di seluruh dunia."
apa yang diramalkan ole jurnalis Eropa itu memang benar adanya, apalagi setelah dunia analog digeser tanpa ampun oleh era digitalisme, dengan bersembunyi dari isu global warming, mereka layaknya pahlawan penyelamat komunikasi tanpa batas. tidak ada batas umur, tidak ada tembok gender, semua diberikan ruang lebar untuk bisa mengaplikasikannya. segala fitur benar-benar menjadi senjata untuk membelah semesta hingga tanpa batas.
nah...impact-nya di kultur masyarakat tentu jauh lebih besar dari alatnya. layaknya partikel atom kecil yang sanggup luluh lantakkan benua negeri sakura. apapun tanggapannya itu, naturalnya alam adalah membagi dalam dua bagian makna. negatif positif alamiahnya muncul sendiri dalam pemaknaan ini, tentu kita mengambil poros yang terkadang ambigu,yang pasti menghindarkan anggapan yang parsial.
dalam hal ini, segala issu bisa muncul dengan cepat, obrolan westernisasi, ketimuran hingga yang paling lokal bahkan personal terbongkar dan tersiar dengan lantang dari media ini. gw modern, lu kampunga!, ane alim lu bezat, gw sedih, gw senang, kita hancur, kami suka dan seluruh makna kultural yang timbul. dan lebih fatalnya media ini menjadi simbol anak muda yang gaul, atau b ahkan melek teknologi modern, lebih dekatnya menjadi life style.
to be continue(maaf terhenti dulu sampai disini..untuk kalian yang baca bisa komentar dulu sedikit dari coretan saya ini atau mungkin menambahkannya..maklum nulisnya di ruang yang dibatasi akan waktu+tanggung jawab+dan semua yang mengharuskan saya tunduk akan rule itu...hweee.apologinya klise banget ya....
nanti akan saya sambung lagi..pasti!!)
Apa sebenarnya yang membuat pamor foto kalah rating dengan pengkodean melalui media televisi?itu mungkin bisa kita jawab bareng-bareng,untuk kalian yang mengaku seorang fotografer, pencinta foto atau juga yang suka difoto,hwe..
Tentunya dalam coretan iseng saya ini, sedikit ingin menyinggung sekaligus menjunjung lagi arti sebuah foto dalam pembentukan kode-kode kulturul dan menjadi bahan santapan masyarakat secara tidak sadar dalam mengaktualisasikan kediriannya, bahkan yang sering dilupakan menjadi riset perbendaharaan mereka untuk menentukan kostum, orang disekitar,life style dan semua yang berbau dunia ke-anyaran.
Ragam cara manusia menyajikan selembar foto menjadi sebuah media informasi,provokasi dan tentunya apresiasi terhadap diri sendiri akan kelebihan atau tanpa sadar kekurangan. Lihat saja gelaran pemaran foto tunggal, kolektif, buku sampai tag foto yang sekarang makin gencar menggempur otak masyarakat Indonesia is pacebuuk (kata teman saya,,hee)
saya teringat kata seorang jurnalis Eropa. "kita tak boleh buta terhadap fakta bahwa, disebuah dunia yang sepersekian waktunya ditembusi oleh berbagai produk media industri, yang itu telah muncul suatu arena besar untuk proses self-fashioning. Ini adalah panggung yang terbebas dari keterbatasan spasial dan temporal interaksi dari muka ke muka dan aksesibilitas foto dan gempuran globalnya, dan ini semakin tersedia bagi individu di seluruh dunia."
apa yang diramalkan ole jurnalis Eropa itu memang benar adanya, apalagi setelah dunia analog digeser tanpa ampun oleh era digitalisme, dengan bersembunyi dari isu global warming, mereka layaknya pahlawan penyelamat komunikasi tanpa batas. tidak ada batas umur, tidak ada tembok gender, semua diberikan ruang lebar untuk bisa mengaplikasikannya. segala fitur benar-benar menjadi senjata untuk membelah semesta hingga tanpa batas.
nah...impact-nya di kultur masyarakat tentu jauh lebih besar dari alatnya. layaknya partikel atom kecil yang sanggup luluh lantakkan benua negeri sakura. apapun tanggapannya itu, naturalnya alam adalah membagi dalam dua bagian makna. negatif positif alamiahnya muncul sendiri dalam pemaknaan ini, tentu kita mengambil poros yang terkadang ambigu,yang pasti menghindarkan anggapan yang parsial.
dalam hal ini, segala issu bisa muncul dengan cepat, obrolan westernisasi, ketimuran hingga yang paling lokal bahkan personal terbongkar dan tersiar dengan lantang dari media ini. gw modern, lu kampunga!, ane alim lu bezat, gw sedih, gw senang, kita hancur, kami suka dan seluruh makna kultural yang timbul. dan lebih fatalnya media ini menjadi simbol anak muda yang gaul, atau b ahkan melek teknologi modern, lebih dekatnya menjadi life style.
to be continue(maaf terhenti dulu sampai disini..untuk kalian yang baca bisa komentar dulu sedikit dari coretan saya ini atau mungkin menambahkannya..maklum nulisnya di ruang yang dibatasi akan waktu+tanggung jawab+dan semua yang mengharuskan saya tunduk akan rule itu...hweee.apologinya klise banget ya....
nanti akan saya sambung lagi..pasti!!)
19/03/10
Jalanku
setapak langkah mulai tinggalkan jejak
naiki anak tangga yang aku yakin ada ujungnya
suara mu pun mulai terdengar
tandakan bahwa aku tak sendiri
aku yakin itu..!!
naiki anak tangga yang aku yakin ada ujungnya
suara mu pun mulai terdengar
tandakan bahwa aku tak sendiri
aku yakin itu..!!
19/02/10
untuk-Mu Sang Pemilik Nama
di penghujung ego diri
di puncak keangkuhan hati
aku tersungkur keras
dikemaluan yang tak tertepi
pada-Nya aku malu untuk berdiri
kemana kebebasan manusia kala Ia meng-Ada?
dimana kekuatan manusia saat Ia mulai berbicara?
siapa dari kalian yang bisa bantu jawabnya...!!
aku saja tak tau...!
mungkin aku sendiri akan bilang!
"Cukup diam dan malu ku yang menjawab semua"
'Alaika...
di saat sepi ruang kantor, at 03.00
di puncak keangkuhan hati
aku tersungkur keras
dikemaluan yang tak tertepi
pada-Nya aku malu untuk berdiri
kemana kebebasan manusia kala Ia meng-Ada?
dimana kekuatan manusia saat Ia mulai berbicara?
siapa dari kalian yang bisa bantu jawabnya...!!
aku saja tak tau...!
mungkin aku sendiri akan bilang!
"Cukup diam dan malu ku yang menjawab semua"
'Alaika...
di saat sepi ruang kantor, at 03.00
09/02/10
Selepas lelap
Logika terbalik..
menyapa kamu, lupakan sepi sejenak
tersadar dikesunyian malam
sendiri dibalik pandangan yang masih kosong pula gelap
sedikit bergerak, rasakan jiwa saat kembali tersentak
ada satu nama terpikirkan
hampir penuhi otak yang terasa sesak
segaris wajah hitam manis
hadir dikelopak mata dengan gerutan alis tipis
perempuan yang pakaikan kerudung suci
ku sampaikan, bahwa aku sedang menanti
ajaklah angin juga rembulan malam
biarkan mereka tuntun kamu dalam tapak kelam
gelap malam kan terasa terang
jika kau sapakan alam dalam ingatan Tuhan
aku ingin ajak kamu dalam jamuan suci
bersama, satukan rasa
berdua, mengukir cerita
hikayat hidup nan indah untuk disampaikan ke Tuhan
dalam lafaz cinta sejati nan hakiki..
dikau perempuan yang kupanggil Matahariqu
menyapa kamu, lupakan sepi sejenak
tersadar dikesunyian malam
sendiri dibalik pandangan yang masih kosong pula gelap
sedikit bergerak, rasakan jiwa saat kembali tersentak
ada satu nama terpikirkan
hampir penuhi otak yang terasa sesak
segaris wajah hitam manis
hadir dikelopak mata dengan gerutan alis tipis
perempuan yang pakaikan kerudung suci
ku sampaikan, bahwa aku sedang menanti
ajaklah angin juga rembulan malam
biarkan mereka tuntun kamu dalam tapak kelam
gelap malam kan terasa terang
jika kau sapakan alam dalam ingatan Tuhan
aku ingin ajak kamu dalam jamuan suci
bersama, satukan rasa
berdua, mengukir cerita
hikayat hidup nan indah untuk disampaikan ke Tuhan
dalam lafaz cinta sejati nan hakiki..
dikau perempuan yang kupanggil Matahariqu
18/01/10
The Sign
cerita ini semua tentang dirimu
segala persepsi ini tertuju kepadamu
tiada sebait kata terlewatkan
luluh runtuh teori makna
metasemiotika bahasa dan kata
Sebuah arti Ada-nya dirimu
dimataku..
wahai Perempuan, Tanda bagiku...
segala persepsi ini tertuju kepadamu
tiada sebait kata terlewatkan
luluh runtuh teori makna
metasemiotika bahasa dan kata
Sebuah arti Ada-nya dirimu
dimataku..
wahai Perempuan, Tanda bagiku...
31/12/09
Abdurrahman ad-dakhil

kembali jatuh satu bunga
gugur dari pohon keilmuan
satu sosok sang penakluk
guru bangsa yang tetap saja carut marut
ribuan jiwa surgawi sudah lama menyambut
tapi kami, dibumi tak sudi ia pergi
kami rindu tawanya
kami bangga dengan akalnya
kami takjub dengan celotehnya
alampun tersipu
melihat senyumannya
senyum terakhir dari sang laki-laki
laki-laki untuk semua umat yang beragama
laki-laki yang ilmunya tak pernah lekang dibumi
ilmunya abadi
abadi dihati kami......
salam al-Qur'an untukmu murabbi kami....
gugur dari pohon keilmuan
satu sosok sang penakluk
guru bangsa yang tetap saja carut marut
ribuan jiwa surgawi sudah lama menyambut
tapi kami, dibumi tak sudi ia pergi
kami rindu tawanya
kami bangga dengan akalnya
kami takjub dengan celotehnya
alampun tersipu
melihat senyumannya
senyum terakhir dari sang laki-laki
laki-laki untuk semua umat yang beragama
laki-laki yang ilmunya tak pernah lekang dibumi
ilmunya abadi
abadi dihati kami......
salam al-Qur'an untukmu murabbi kami....
25/12/09
Lembar yang masih tersembunyi
Beranikah dirimu sekarang, wahai jiwaku
Menatap bersamaku pada lembaran-lembaran yg tak kita ketahui
Dimana tak ada cahaya utk penerang dan tiada sisi kosong utk tuliskan
Tak ada petunjuk, pula tiada yang mengarahkan
Benar2 hanya kita ber-2 yg memegang tiap lipatan kertas itu
dan Mereka hanya menunggu untuk cerita kita...
Menatap bersamaku pada lembaran-lembaran yg tak kita ketahui
Dimana tak ada cahaya utk penerang dan tiada sisi kosong utk tuliskan
Tak ada petunjuk, pula tiada yang mengarahkan
Benar2 hanya kita ber-2 yg memegang tiap lipatan kertas itu
dan Mereka hanya menunggu untuk cerita kita...
20/12/09
Titik Cerah
secercah cahaya mulai tersibak
angin pun mulai hembuskan jejak tegasnya
jelas sekali kemana arah dia datang dan akan pergi
aku tatap disela-sela waktu menunggu
menunggu matahariku kembali tersipu
17/12/09
Aku mau
Jauh di kedalaman relung jiwa
aku sempat terbangun
menatap disela sudut semesta
bahwa ada yang selalu tersipu
entah aku sadar akannya
ataukah bayang semu diantara fatamorgana
tapi aku merasa kuat
kehadirannya begitu dekat
sibakkan tirai ragu
sampai aku malu
bahwa aku mau
dengan mu;
Matahariqu
aku sempat terbangun
menatap disela sudut semesta
bahwa ada yang selalu tersipu
entah aku sadar akannya
ataukah bayang semu diantara fatamorgana
tapi aku merasa kuat
kehadirannya begitu dekat
sibakkan tirai ragu
sampai aku malu
bahwa aku mau
dengan mu;
Matahariqu
uuuhhhh
dalam hitungan yang sangat cepat
arah mataku mengabur
tak sanggup pandangi kenyataan
hal itu pun tersebar ke seluruh penjuru tubuhku
sepertinya mereka sangat paham dengan keadaan
keadaan dimana ;
galau sampai dititik nadir yang paling lemah
senyap hingga dibatas kesunyatan kubur
hilang sesaat seperti aku tak pernah dilahirkan
alam pun tak hiraukan keadaan ku
angin malah enggan menyapaku
bahkan, bintang juga acuh dengan tubuhku
aku ingin teriak, tapi siapa yang mau menyimak
aku ingin lari, tapi arah mana yang harus ditapak
bumi tak sedikitpun bertanya padaku..."mau kemana kau sobat?"..huuuhhhhh
arah mataku mengabur
tak sanggup pandangi kenyataan
hal itu pun tersebar ke seluruh penjuru tubuhku
sepertinya mereka sangat paham dengan keadaan
keadaan dimana ;
galau sampai dititik nadir yang paling lemah
senyap hingga dibatas kesunyatan kubur
hilang sesaat seperti aku tak pernah dilahirkan
alam pun tak hiraukan keadaan ku
angin malah enggan menyapaku
bahkan, bintang juga acuh dengan tubuhku
aku ingin teriak, tapi siapa yang mau menyimak
aku ingin lari, tapi arah mana yang harus ditapak
bumi tak sedikitpun bertanya padaku..."mau kemana kau sobat?"..huuuhhhhh
13/12/09
Afwan ya habibati
semakin jenuh itu timbul, pada saat sama semakin bertambah pula eksistensi sejatimu dalam hidupku
aku memang sempat lakukan salah
aku memang pernah khianat rasa
aku memang aib untuk kesejatian cinta
dengan kerendahan jiwa mu aku semakin malu
bahwa lakuku tiada pernah terbenarkan
maaf ku mungkin tiada berarti
tapi aku akan pastikan jiwamu memenuhi dalam relung kalbuku
maaf ku dlm jiwa, maafku dalam rasa, maaf ku dlm sanubari semesta
untuk mataharique
aku memang sempat lakukan salah
aku memang pernah khianat rasa
aku memang aib untuk kesejatian cinta
dengan kerendahan jiwa mu aku semakin malu
bahwa lakuku tiada pernah terbenarkan
maaf ku mungkin tiada berarti
tapi aku akan pastikan jiwamu memenuhi dalam relung kalbuku
maaf ku dlm jiwa, maafku dalam rasa, maaf ku dlm sanubari semesta
untuk mataharique
20/11/09
Keindahan Suci
Sungguh aku tak bisa beri alasan kenapa aku mengatakan bahwa kau adalah sesuatu yang "Indah..."
Hal itu layaknya aku berjalan di tengah kosmos yang penuh dengan teka-teki dan menulusuri labirin yang simpul-simpulnya selalu terbuka sampai akhir.
Keindahan adalah sebuah keasingan yang nyinyir perih dirasa
Karena sangat sulit ku pahami, hampir-hampir mistis adanya
Seperti warna-warni cakrawala yang menakjubkan, sekaligus berat membingungkan
"salamku untuk mu Ibu... "
Hal itu layaknya aku berjalan di tengah kosmos yang penuh dengan teka-teki dan menulusuri labirin yang simpul-simpulnya selalu terbuka sampai akhir.
Keindahan adalah sebuah keasingan yang nyinyir perih dirasa
Karena sangat sulit ku pahami, hampir-hampir mistis adanya
Seperti warna-warni cakrawala yang menakjubkan, sekaligus berat membingungkan
"salamku untuk mu Ibu... "
12/11/09
Benar adanya
Tarian jemari dalam bit-bit symbol
Terhenti pada sebuah aksen yang silam
Bahwa aku sempat kenal dengan perempuan
Bukan pandangan pertama
Bukan juga kesan bermula
yang pasti, Bukan niat men-dua
Itu hadir tanpa alasan
Itu muncul disela perjamuan
saat ramai dalam kesepian
sedikit berbeda, tapi tetap sama
bahwa mereka memiliki kepekaan rasa
maaf kan aku wahai yang disana
kalau lah ini adalah luka
kalau lah ini adalah dusta tanpa mata
yang pasti, tidak ada nama selain yang satu
dibalik awan yang selalu membiru
dengan sinar mu alam menjadi malu
hanya engkau yang kusebut matahariku
dimalam..saat temanku tertidur
Terhenti pada sebuah aksen yang silam
Bahwa aku sempat kenal dengan perempuan
Bukan pandangan pertama
Bukan juga kesan bermula
yang pasti, Bukan niat men-dua
Itu hadir tanpa alasan
Itu muncul disela perjamuan
saat ramai dalam kesepian
sedikit berbeda, tapi tetap sama
bahwa mereka memiliki kepekaan rasa
maaf kan aku wahai yang disana
kalau lah ini adalah luka
kalau lah ini adalah dusta tanpa mata
yang pasti, tidak ada nama selain yang satu
dibalik awan yang selalu membiru
dengan sinar mu alam menjadi malu
hanya engkau yang kusebut matahariku
dimalam..saat temanku tertidur
10/11/09
Salju II
Salju..
Sama dengan ayat-ayat saljuku
Tapi salju yang satu ini berbeda
Ia adalah nyata, senyata dunia
Aku belumlah mengerti saljuku
Tapi mungkin ia sudah mengerti aku
Karena ia begitu putih juga suci
Aku lebih banyak bercerita tentangnya di malam hari
Karena aku takut, terdengar yang lain
Aku sering membicarakannya disaat sepi
Karena aku tak mau terlihat oleh laki-laki yang juga ingin
Aku simpan ia dikehangatan yang sempurna
Aku jaga ia dalam rahasia malam
Aku senyapkan ia dalam selimut rasa
Sama dengan ayat-ayat saljuku
Tapi salju yang satu ini berbeda
Ia adalah nyata, senyata dunia
Aku belumlah mengerti saljuku
Tapi mungkin ia sudah mengerti aku
Karena ia begitu putih juga suci
Aku lebih banyak bercerita tentangnya di malam hari
Karena aku takut, terdengar yang lain
Aku sering membicarakannya disaat sepi
Karena aku tak mau terlihat oleh laki-laki yang juga ingin
Aku simpan ia dikehangatan yang sempurna
Aku jaga ia dalam rahasia malam
Aku senyapkan ia dalam selimut rasa
Salju
Salju..
kata itu muncul dengan tiba-tiba
entah dimana rimbanya, pastinya kaulah muaranya
muara segala yang ada di hati
muara segala yang ada di rasa
salju..
seperti itu dzikirku aku lafazkan
tak ku hiraukan apa kata orang
kepalaku tetap utuh dalam anggukan
dalam tarian syahdu saljuku…
salju..
terkadang menakutkan, tapi lebih banyak menyegarkan
terkadang menjemukan dengan warnanya yang satu
tapi aku senang
tapi aku paham bahwa ia setia pada pendirian
sudut bangku, dalam ingatan.....
kata itu muncul dengan tiba-tiba
entah dimana rimbanya, pastinya kaulah muaranya
muara segala yang ada di hati
muara segala yang ada di rasa
salju..
seperti itu dzikirku aku lafazkan
tak ku hiraukan apa kata orang
kepalaku tetap utuh dalam anggukan
dalam tarian syahdu saljuku…
salju..
terkadang menakutkan, tapi lebih banyak menyegarkan
terkadang menjemukan dengan warnanya yang satu
tapi aku senang
tapi aku paham bahwa ia setia pada pendirian
sudut bangku, dalam ingatan.....
Langganan:
Postingan (Atom)

