06/12/08

PsikoloGi TauHid

...berlanjut ya..

Kehendak utk menegaskn diri yg menjadi bagian dr ciri2 kejiwaan manusia. Manusia tlh berusaha menemukan suatu solusi terhadap semua kebutuhan ini melalui sejarah, dan salah satu solusi tersebut adalah Tuhan dengan konsep tauhid-Nya. kepercayaan, yang mana dialam semesta ini manusia tdk dapt digantikan dgn yg lain, adalah gagasan mendasar dlm esensi agama2 samawi dan ardhi.hubungan antara manusia dgn Tuhan yang metafisik, yang kita sebut "Yang Esa" adalah hubungan tentang penghambaan dan kepatuhan. sehingga ats dasar inilah menjadi kesatuan dari keyakinan akan Ketuhanan dan keharusannya dalam penyembahan pada-Nya.
jika disini ada keyakinan akan ketidakmungkinan adanya eksistensi Tuhan, maka hanya akan menjadi tidak relevan bagi manusia untuk mencari makna dan pencapaian kesempurnaan dalam hidup. seperti yang dikatakan Tillich, "sesuatu yang paling penting adlh membangunsuatu hubungan konstan dengan ketidakterbatasan. Manusia akan memelihara hidupnya yg nyata, dimanapun kepercayaan itu ada".
Eksistensi tauhid inilah yang nantinya menjadi motivasi dalam pencapaian keberadaan yg otentik dalam hidupnya. Melalui aktualisasi nafs nya atau integrasi sistem kalbu, akal dan nafsu manusia yang menimbulkan tingkah laku dalam pembentukan kepribadian.

4. Tauhid dalam meminta pertolongan. ini menunjukkan bahwa manusia seacra praktis tdk boleh meminta pertolongan kepada selain Allah SWT. Dengan memandang Allah sebagai penyebab sejati dalam diri manusia dan di alam semesta, berarti bahwa tidak manfaat ataupun mudarat yang bisa mengenai kita tanpa Allah SWT, menghendakinya. Jadi, bagaimana mungkin kita bisa meminta pertologan selain dri-Nya?sedangkan pabila kita meminta selain dari-Nya, padahal yang lain itupun membutuhkan pertolongan diluar dirinya, seperti kita!! nilah, salah satu aspek monotoisme yaitu kesatuan dalam meminta pertolongan, ini sejalan apa yg telah dituliskn dalam Kalam-Nya, surah al-Fatihah ayat :5 "Hanya kepada Engkau lah menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". yg dalam perjalanannyaaspek ini menuju kesempurnaan, maka ia akan berubah menjadi suatu sifat psikologis "yaitu kebergantungan hanya kepada Alllah SWT", dan tiada lain yg kuasa didunia ini selain Allah SWT.

uh...maaf ya..lagi2 harus disambung lg nh...maklum internetnya gratisan.....he...
salam fikri untuk hari nanti...wassalam_El_Rydhoe_

04/12/08

Indah itu..

tulisn ini ku awali dgn mengatakan bahwa keragu-raguan lah awal dari kebenaran. apalah itu yg pasti aku yakin bahwa keragu-raguan ada hal yg mutlak dlm menjaga jarak dgn segla sesuatu yg ada dihadapan kita.
saat ini dgn tulisan sekarang, pd dasarnya aku ingin mengajak utk berbincang sambil terbang kembali disuatu saat yg pernah ada, saat ada sekarang dan mungkin saat yg ada pd akhirnya! aku ingin bersama2 menjumpai sebuah ke-arogansian yg muncul, sambil memunculkan kembali masa kekanak2an kita yg lalu yg penuh dengan simbol2 keceriaan dalam tawa, tangis dan tanya(???) sebagai penutup dr perjalnan tersebut, demi proses pencarian akan kebenaran sejati.
aku ingin meng-kata ttg keindahan. apakah itu keindahan?berbicara ttg keindahan sama sprti memperbincangkn ttg kosmos dan Tuhan yg hal itu sama sekali tdk memiliki ujung batas, bahkan mengetahui awal dan akhir pun kita nyaris tak menemukannya. sungguh sesuatu yg rumit, tapi lagi2 jgn khawatir, bhwa manusia dibekali dgn akal dan intuisi naluriah, dgn inilah kata mencari dan terus mencari takkan pernh berhenti krn pencarian akan kebenaran adalah hal yg harus diupayakan manusia.
keindahan bagi sebagian orang adlah sebuah kepuasan visual yg dirasakan, dgn ketentuan2 yg berlaku di masyarakat sbg prasyarat hal trsebut. misalnya ktk laki2 melihat wajah wanita atau sebaliknya (mereka hanya menggunakan "data2" yg mereka miliki ttg hidung, mata, kulit dsb) tp mereka tdk pernh tahu seberapa mancungkah hidungnya? seberapa tipiskah alis dan kulitnya? seberapa pedih dan gembiranya mata mereka dr air2 yg membasahiny?semuanya tetap mereka tdk pernah dpt mengujikannya dlm kejujuran realitas.
Berbeda lagi apabila qt menengok PLATO filusuf yunani dlm perkataannya bahwa keindahan adalah sesuatu yg tdk hanya berada pd pemenuhan kepuasaan visual saja tp juga ia bs disebut indah apabila memiliki hal guna, dlm prinsip filsafatnya Plato lgsung menghubungkn pd nilai AKSIOLOGI (nilai kegunaan dr sesuatu), jd ia disebut indah apabila ia dpt bermanfaat bagi yg lain, ia memiliki nilai guna maka dgn sendirinya ia indah. sedangkan sebagian filsuf muslim membicarakan keindahan tdk lepas dr hal ttg kebesaran ciptaan Tuhan, bahwa keindahan adlah sesuatu nilai ketakjuban manusia atas ciptaanNya, efek dr kesyukuran atas ni'matNya krn keindahan hanyalah dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Indah (SWT).
Bagi saya sendiri indah adlah hal sangat universal, ia tdk jg disebut relatif, krn menurutku ia berada pd tataran inter-subjektivitas manusia, nilai2 keindahan adalah sesuatu yg sdh interkodrati, konvensi nilainya secr keseluruhan (sosial, etika, seni, dll) sdh ada sejak qt blm ada, bahasa lainya ia bersifat [IDEA], hal ini saya tarik dr ketentuan Tuhan dlm Kalam-Nya bahwa "Aku telah ajarkan nama-nama kpd Adam agar ia dapat mengetahuinya", pengetahuan inilah yg menjadi modal dasar manusia. indah dlm pembahasan saya adalah sebuah perwakilan spiritualitas manusia, ia bersifat inter-pribadi. ia lahir dr dalam diri manusia, secara relatias bagi saya bahwa keindahan tidaklah dpt dwakilkan dgn kosa dan kata krn tdklah mampu mengistilahkannya, ia pun tdk dpt disuarakan krn bahasa manusia tdk lh sanggup mengartikannya, krn ia lahir dr dalam (inter) kesadaran. pergolakan spiritual yg dibarengi kesadaran penuh. jd keindahan tdklah dibatasi pd ketentuan2 sosial, estetika, politik tp melebihi batas semuanya yg terangkum dlm ekspresi spiritual manusia. kalimat terakhir dr saya adalah indah dalah Tuhan itu sendiri yg hanya Dia tahu awal dan batas akhir dr nilai tersebut. Dialah yg mampu mengakhiri teka-teki itu, simpul-simpul kerumitan sbg bagian dr kebesaran-Nya.
hhhheeeeeee....maaf klo ngga jelang tulisannya, iseng abisss nih...selamat berbingung ria ya...wahai kawan yg didalamnya ada ikhlas dan kepasrahaan utk pengabdian..

Meja Kantor...November/siang disana

KhianAt tanpa raSa

bersama susuran langit hitam
kala malam tak tahan disekap bungkam
aku akan menyapamu lg kawan..tp saat ini beda...
bersama purnama dan gemintang..
keyboardku tak tahan utk bernyanyi kelu..
lihat dan rasakan, aku akan berkata mari....!
jalan setapak terasa sempit
kenyataan sdg sakit..
akan kutuliskan apa yg ada dibenak ini..
utk tdk berhenti manafsir hari...

21:34 tgl 18/11/08', hr selasa kalender katakan, dan hari ini pula aku merasa..!
BERAT.....
berat bukanlah aku sedang memikul sebuah batu besar...,
tapi berat dimana sekujur tubuhku sprt kehilangn ruh ny...
jasmani ku tersa terikat sehelai tambang besar shngga apa yg mereka ingin gerakkan tak kuasa adanya....
ruhku sprt prgi enth k dunia mana meninggalkn jasmaninya....

21:34 tgl 18/11/08', hr selasa kalender katakan, dan hari ini pula aku merasa..!
BUTA...
buta mataku sepertinya...
buta bukan hanya krn tdk bs lg melihat apa yg ada didepannya..
buta jg dmn kondisi mata saya tdk kuasa lg menerima n menterjemahkan keindahan yg tampak didepan mata saya...
ah...benar adany, sungguh buta aku dibuat.....n....y...

21:34 tgl 18/11/08', hr selasa kalender katakan, dan hari ini pula aku merasa..!
ANGAN....
INGIN....
Angan berselimut angin
udara menutupi kulit Ingin
seketika, jiwa disiksa kebungkaman kata
tersentuh keluh
tersentuh harap
terpejam mata

siapa yg paling senyap?
dialah....: Saat
Saat...dimana aku merasa berdosa
senyumku...sapaku...
Saat...dimna aku membuatnya tak bahagia
senyumku..sapaku...
Saat...dimna aku, tak sadarkn aku siapa...??
dgn senyumku...n sapaku...

siapa yg paling jujur?
dialah...: Harap
Harap...aku ingin bersua
Harap...aku ingin menyapa
Harap...aku tak melakukn dosa
Harap...aku bs melakukan segalnya..seperti biasanya...

Sobat...!!
jelang ngga jelang....
mafhum atw layafhum...hnya ini yg bs aku rasa..
susah memang berlari..susah memang bersembunyi....
hr ini aku sangat terganggu..
terganggu bkn krn orng diluar diriku..
tapi tergannggu krn memang aku yg berkeinginan utk itu...
aku sadar aku sakit
aku sadar aku gundah
aku sadar aku gila
aku sadar aku dosa
aku sadar bhw aku menikmati semuanya
ingin keluar...
tapi aku jg ingin kembali masuk...
biar lalu........
biar aku.......yang tahu....El_Rydhoe..

Meja Kantor...21.00 malam

Pura dalam pura

ah...sungguh seperti jarum yg dihunuskan
sakitnya tak terasa...tapi bekasnya nyata...
ya..krn akal dan hati yg ada itulah, smua ini terproses menjd sebuah kepura-puraan.
saya tdk tahu apakh ini suatu solusi dari ketidak mampuan manusia...
entah saat ini apakah akal yg bersanding dgn hati, atau apakah hati mengalah dgn ke-egoisan akal...
aku tak tahu...sekali lagi tdk tahu.....
aku mabuk...
aku sibuk...
aku terlalu sibuk...sehingga aku mabuk
tdk jelas...apakah memabukkan atau menyibukkan
aku tak ingin berhenti
tapi, aku pun ingin berhenti
terserah waktu....
terserah aku....
ahhhh...aku tak tahu...wahai temanku..

El_Rydhoe

BiarKan Aku..

saudari kemana kau pergi....
semiotika memang ilmu yg rumit..
tapi tak serumit yg ini....
cuma beberapa huruf, tp ngejelumit..
ah....aku saja yg mengada-ada...
atau memang ada n nyata..

kata davinci biarkan semua hidup..
kata shakespeare biarkan semua takjup..
tapi kata Ghazali kau harus tajalli

sedangkan Iqbal kau harus membumi


aku bingung...
aku linglung...
mereka buatku seprti nabi
ya..nabi yg dlm rahasia
nabi dlm jiwa...
nabi dlm cinta...
nabi utk semua...

ah..jgn kau gila
ah...jgn kau nista
ah...jgn dan jgn...
sudahlah...kawan..
aku hanya ingin mimpi...
hanya....
cukup....
dsini.....

-- El_Rydhoe --

07/11/08

PsiKoloGi TauHid

Ketika kita mulai membuka pandangan mata pada sekeliling, dan menjajakkan kaki pertama kalinya di tanah dunia, saat itulah manusia membawa sebuah fondasi yang memang sudah terpatrikan dalam dirinya, yaitu keyakinan. Keyakinan seorang hamba dengan yang di sembahnya. Berjalan seiring waktu yang menyertai manusia dalam setiap pengalamannya, keyakinan yang secara alamaiah tersebut selalu berevolusi. Ini dimulai dari ia mencoba melafazkannya dari bibirnya, dalam Islam disebut kalimat syahadat dalam bahasa Arab disebut ‘kesaksian’, lafaz pertama dari sebuah kesaksisan ini berbunyi : Laa ilaaha illa Allah yang berarti ‘ Tidak ada tuhan selain Allah’.

Laa ilaaha illa Allah adalah pernyataan atau pengakuan yang sangat sederhana, tetapi pada esensinya, ia sangat dalam dan besar pengaruhnya pada diri yang meyakininya. Pengakuan ini terdiri dari dua bagian yang memisahkannya namun saling berkaitan satu sama lain yaitu: Bagian pertama, laa ilaaha (tidak ada tuhan yang lain), berarti berupa kata penyangkalan. Menyangkal atau meniadakan eksistensi tuhan-tuhan imitasi dan menolak penyembahan yang salah dan tdak pada tempatnya selain dari yang Dia perintahkan. Kata ilaah tidak hanya berarti tuhan atau sesembahan apapun dan yang merujuk pada objek yang hidup, materi, atau konsep yang diambil sebagai objek penyembahan berdasarkan ketakutan dan kecintaan terhadapnya. Tetapi juga, sebagaimana dalam al-Qur’an surah al-Furqan, ayat 43; ‘ Terangkanlah kepada-Ku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Merujuk pada hasrat dan nafsu sebagai tuhannya dalam artian ia tunduk dan menyembah kepada keduanya. Bagian kedua dari syahadat illa Allah bahwa kata ini bersifat menekankan yaitu hanya Allah Sang Pencipta dan pemelihara semua kehidupan dan hanya Dia-lah yang layak disembah dan hanya petunjuk-Nya lah yang layak diikuti karena hanya Dia-lah yang Maha atas segala sesuatu.

Kalimat inilah yang menjadi dasar tauhid. Tauhid adalah dasar dari pandangan tentang dunia (world of view) bagi seorang muslim secara alamiah atau fitrah Fitrah merupakan jenis infinitif, yang menunjukkan jenis ciptan, meskipun biasanya digunakan berkenaan dengan manusia. Biasanya ia menunjuk pada sesuatu yang merupakan sifat bawaan manusia. Ia merupakan pemberian Tuhan dan tidak dapat dipelajari serta dapat dikatakan bersifat umum bagi semua individu manusia. Oleh karena itu, ia mencakup kecendrungan semua pandangan dan pemberian Tuhan, yang berarti pembenaran bahwa hanya ada satu Pencipta yang layak menerima permohonan dan rasa syukur dan petunjuk-nya yang harus diikuti untuk kebaikan bagi manusia. Tauhid merupakan satu-satunya sikap yang logis, benar, dan alamiah yang harus dilakukan oleh siapapun. Berkaitan dengan pembahasan tentang tauhid, maka fitrah memiliki berbagai makna sesuai dengan penggunaannya, antara lain :

1. Makna yang menunjukkan bahwa mencari Allah Swt. Merupakan salah satu keinginan bawaan manusia, ini bisa kita lihat bahwa manusia sepanjang sejarah, tidak melihat dari suku apa?dia berada pada garis geografis tertentu, dan pendidikannya, semuanya ada dalam pencarian terhadap sesuatu kekuatan yang Maha Kuat di luar dari dirinya.

2. Makna atas pengenalan Allah Swt, merupakan jenis alami pengetahuan atau yang dimksud dengan pengetahuan intuitif tentang Allah Swt. Adalah kenyataan bahwa hati manusia memiliki hubungan yang mendalam dengan Penciptanya. Ketika manusia mencoba “melihat” secara mendalam ke dalam hatinya, manusia akan melihat hubungan tersebut. Tapi kebanyakan manusia kurang memperhatikan, dikarenakan terlalu sibuknya mereka dengan urusan dunianya. Namun, ketika mereka mendapatkan hal yang diluar kekuatannya atau ketika harapan mereka diambil dari segala sesuatu dan dipisahkan dari semua sarana, mereka baru dapat menyadari hubungan tersebut.

3. Makna yang menunjukkan bahwa ibadah kepada Allah Swt. Merupakan

kecendrungan bawaan manusia didorong oleh sifatnya yang menuntut agar dia memuja Allah Swt., memberikan penghormatan, dan patuh kepada Allah Swt.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka tauhid mengantar individu ke dalam kebebasan, kepuasan dan keseimbangan sebagai hasil dari kepatuhan yang menyeluruh terhadap Sang Pencipta yang Pemurah, Pengasih, Penyayang, Yang Memaafkan, Yang Berkehendak, Adil dan yang memang layak untuk disembah. Tauhid juga merupakan sebuah kekuatan yang membebaskan. Membebaskan manusia dari tirani yang ada disekelilingnya maupun yang ada dalam dirinya sendiri yaitu kesombongan dan keangkuhan diri serta arogansi bahwa manusia mampu mencukupi permasalahan dirinya. Tauhid sebagai salah satu prinsip dasar Islam memberikan nilai-nilai positif, yaitu kasih sayang, kedamaian, kelembutan, ketenangan dan segala sifat-sifat alamiah yang membawa manusia dalam pencapaian kesempurnaan, ini menjaga kesehatan manusia baik secra fisik, akal dan kejiwaannya, yang pada akhirnya tauhid menciptakan suatu ikatan khusus antara penghambaan kepada kekuatan Yang Hakiki di luar diri manusia dan kebebasan serta pencapaian kemuliaan individu.
Keyakinan atau akidah adalah unsur yang sangat bepengaruh tehadap kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun anggota dari komunitas atau masyarakat. Ia meupakan referensi bagi suatu tindakan, dalam arti bahwa sebelum orang menggerakkan organ tubuhnya dalam menghasilkan perbuatan, dia hampir selalu menimbangnya dengan keyakinan yang dimilikinya. Sebelum bertindak,seseorang yang memiliki keyakinan, pasti terlebih dahulu menilai apakah perbuatan yang akan dilakukannya sesuai dengan keyakinannya ataukah tidak. Jika sesuai, dia akan melakukannya dengan sebaik-baiknya, sebab dia yakin bahwa perbuatannya tidak hanya berdampak pada kehidupannya sekarang, tapi juga pada kehidupannya yang akan datang. Akan tetapi, kalaulah itu bertentangan dengan keyakinannya, maka kemungkinan besar dia tak akan melakukannya. Kalaupun karena satu dan lain alsan kemudian ia melakukannya juga, dia pasti akan merasa bersalah dan berdosa, dan ini timbul secara spontan (alamiah).

Atas dasar inilah, maka kemudian penulis mencoba membahas dalam tulisan ini mengenai aspek-apsek psikologis yang ditimbulkan dari sebuah manifestasi tauhid (monoteisme), melalui tahap-tahap yang bersifat metafisis filosofis dan mental praksis.

Din Islam adalah ketundukan dalam kepsrahan. Din merupakan sisi kognitif, sedangkan Islam merupakan sisi afektif. Jika direkomendasikan bahwa orang harus teguh dan menonjolkan diri, kebalikan dari sifat seperti itu adalah yang dituntut ketika berhadapan dengan Allah Swt. Dihadapan Sang Penguasa langit dan bumi, manusiaharuslah rendah hati, tidak berkuasa, tidak berdaya, sopan santun dan penuh ketundukan dalam kepasrahannya. Kesempurnaan manusia terletak dalam sikap rendah hatinya, tak seorang yang patut berbangga diri atas dirinya dihadapan Allah Swt. Inilah yang sebenarnya ibadah. Sikap rendah hati inilah yang tidak lain Islam adalah ketundukan dalam kpesrahannya kepada Allah Swt. Sebuah ucapan yang dinisbatkan kepada Amirul Mu’minin ‘Ali a.s sebagai berikut; “Cukuplah bagiku sebagai kebanggaan bahwa aku menjadi seorang hamba diantara hamba-hamba-Mu, dan cukuplah bagiku sebagai kehormatan bahwa aku memiliki-Mu sebagai Junjungan (Rabb).

Tauhid menganggap Allah Swt. Satu, adalah sebagai prinsip utama din Islam. Pada titik ini berarti manusia menampilkan konsep ‘la ilaaha illa Allah’, tidak ada tuhan selain Allah Swt., yang merupakan tahap pertama dalam din Islam, yang tanpanya Islam tidak dapat dipenuhi. Kemudian tahap-tahap lain tauhid (monoteisme) dalam pencapaian pada kesempurnaan melalui aspek kognitif dan praksis. Diantaranya adalah tauhid dalam meminta pertolongan, tauhid dalam mencari sandaran, tauhid dalam ketakutan, kecemasan dan pengharapan, tauhid dalam cinta yang akhirnya mencapai yang tertinggi dalam Wujud-Nya yang mandiri. Wujud yang mandiri hanyalah milik Allah Swt. semata.

Semua urusan wujud dan maujud adalah dari-Nya,----ini harus menjadi kenyataan yang bersifat visual, bukan sekedar konsep mental yang dicapai dengan penalaran mental dan filosofis, tapi pada mental praksis. Kita mungkin bisa mengutip do’a dari imam al-Husain a.s “ Engkau adalah Dia yang membuat cahaya bersinar dihati sahabat-sahabat-Mu sehingga mereka bisa mengenal-Mu dan mengakui KeEsaan-Mu; Engkau adalah Dia yang menghilangkan yang lain-lain dari hati mereka yang mencintai-Mu sehingga mereka tidak bisa mencintai satupun kecuali Engkau”

Meyakini keEsaan Allah Swt, berdasarkan ketundukan dalam kepasrahan total menjadi prinsip yang paling fundamental dalam Islam. Dalam gerak proses ini, melalui beberapa tahap atau langkah tauhid untuk kesempurnaannya :

1. Tahap dalam Wujud yang Mesti, artinya tidak ada satu wujud pun yang maujud oleh dirinya sendiri, kecuali Allah Swt. Ini berarti keyakinan terhadap sebuah wujud yang keberadaannya bersifat mesti. Wujud yang demikian itu hanyalah Allah Swt., Yang Maha Tinggi, yang keberadaannya secara intrinsik merupakan keharusan, dan yang dari-Nya wujud-wujud yang lain maujud.

2. Tauhid dalam penciptaan. Artinya, tidak ada pencipta kecuali Allah Swt. Merupakan hasil rasional dari butir sebelumnya, dan kalau dilanjutkan akan menghasilkan Rububiyyah (Lordship), setelah mengakui bahwa Allah Swt, adalah Pencipta alam semesta, hanya Dia, maka dalam pengelolaannya pun hanya kepada-Nya kita meyakini. Pengarahan dalam Rububiyyah hanyalah milik-Nya.

Ini sejalan dengan apa yang disampaikan dalam beberapa surah dalam al-Qur’an surah al-Ikhlas :1, “ Katakanlah: Dialah Allah Swt, yang Maha Esa”

Surah al-A’raf:85,” ….sembahlah Allah Swt, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya”

3. Tauhid ibadah atau tauhid dalam penyembahan. Ia adalah kesatuan Ketuhanan dan penyembahan, yang berarti tak satu pun kecuali Allah Swt, yang patut disembah, la ilaha illa Allah “Tidak ada Tuhan selain Allah Swt”. Ini merupakan hasil keyakinan alamiah dalam diri manusia. Jika eksistensi kita berasal dari Allah Swt, penyebab yang mandiri di diri mansuia dan alam samesta ini adalah Dia, maka jelaslah tidak ada ruang lagi yang kita pungkiri untuk menyembah selain kepada-Nya dalam pengabdian kita pada-Nya, inilah arti penghambaan dari seorang hamba kepada majikannya. Karena hanya Zat yang memiliki segala sesuatulah yang layak disembah. Maka pada tahap ini secara praktis menuntut manusia harus tidak menyembah kecuali kepada sesuatu yang memiliki kekuatan yang Maha diatas maha di luar wujudnya.

Dari dua butir diatas, kita bisa melihat, bahwa ini merupakan permasalahan filosofis, yaitu tentang Eksistensi. Intensionalitas adalah salah satu konsep eksistensialisme, yang mengemukakan bahwa kejadian-kejadian mental tidak muncul secara kebetulan. Tokoh Eksistensialis Brentano dan Husserl bependapat bahwa “kesadaran manusia selalu memiliki maksud atau terarah kepada sesuatu”. Dan menurut Rollo May (1969) menegaskan bahwa kesadaran itu selalu mengarah kepada sesuatu. Inilah yang menjembatani jurang dualisme Descartes.

Akhirnya konsep tauhidlah yang menjadi prinsip fundamen Islam yang menjadi jawaban atas arbitrary tujuan manusia didunia dan pencarian atas Kekuatan yang Maha di luar diri mereka, dan secara alamiah (fitrah) ini telah terwujud dalam setiap diri manusia, bahwa keyakinan akan eskistensi Wujud Yang Mesti di luar dirinya, kemudian dalam perjalanannya tersebut, memberikan pengaruh dalam diri kesadaran manusia pada tahap tauhid penciptaan, dengan kesadaran manusia akan keberadaan yang otentik sebagai sebab lahirnya maujud-maujud yang lain, yang dalam istilah psikologi ekistensi adalah keberadaan yang tidak otentik, yaitu keberadaan yang belum lengkap atau tidak utuh yang dalam pengembaraannya pada pengukuhan diri (self-affirmation) cenderung hadirnya Kekuatan yang otentik di luar keberadaannya. Sehingga atas dasar inilah menjadi penegas pada manusia dalam tauhid ibadah atau tauhid penyembahan sebagai kesatuan dari keyakinannya akan Ketuhanan dan keharusannya dalam penyembahan pada-Nya.

mungkin sampai disini dulu tulisan saya, sekaligus undur diri, saya hanya ingin mengucapkan bahwa mancari dan terus mencari adalah kunci dari kebenaran......sambung lagi nanti ya.. El_Rydhoe..

01/11/08

ngga jelang nh..!

aduh....knpa y??
butek....pikiran gw...ngga tau nih....ingin hati nulis lagi...tapi!!
otak gw kayanya dibebani batu-batu koral yg kepadatan unsur kimiany minta ampun..
d kntor gw bisa nulis, tp hanya sekedar menjawab pertanyaan2 sobat gw, khusunya ukhti yg suka memaksa gw utk berpikir radikal dan nyeleneh...lagi2 ngga jelang...
susah ya ingin jd penulis lepas..mungkin ini yg dinamakan management pikiran, aaalllah..
benar, kata org, bukan memusnahkan yg negatif utk dpt yg postif, tp bgaimana qt bs mengendlikan yg negatif dgn cr yg positif....auaahhh
sekarg ni gw cm pngen coretan hati duaknz...
doain aqyu ya....aaalllllaaahhh,lagi2 ngga jelang!!

04/10/08

Tajalli melalui konsep Fisika


Renungan Fisika
------------------------

kosong tapi isi
isi tapi kosong
apakah bedaNya?
Dia-lah hakikat kosong dan isi
dimitri mahayana, 26 Oktober 1994

A. Tarian Elektron
Dalam kelembutan udara pagi, dapat kita reaspi segenap keindahan mayapada ini. Segar udara mersap ke dalam dada. Lembut sejuk menyentuh udara yang dipenuhi segenap embunnya. Sempurna bias-bias cela’ memerah sang cahaya infra-merah yang menyertai bulatan memerah Surya. Apakah itu semua? Apakah kesegaran? Apakah penglihatan? Dan apakah yang ada di blaik semua yang ada di mayapada yang tampak ini?
Manakala pandangan inderawi mulai mncerap segala peristiwa, mulailah manusia dipaksa untuk mengkonsepsikan bahwa mentari-lah suatu unsur yang penting dalam berbagai peristiwa. Maka fisika memulai pembahasan dalam berbagai hukum-hukum materi. Apaka materi itu? Sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Itu definisinya. Kenapa didefinisikan seperti itu? Karena kita dapat mengkonsepsikannya langsung secara mudah dengan indera kita. Ruang hampa tidak memiliki massa walaupun menempati ruang yaitu dirinya sendiri. Dan secara intuitif seolah diyakini bahwa ruang hampa ini tidak berefek atau tidak menimbulkan peristiwa apapun.
Prinsip niscaya rasional, -yaitu hukum sebab akibat-, memaksa ummat manusia untuk melakukan pendakiannya menuju hukum-hukum dan hakikat-hakikat di balik apa yang tampak. Amati seluruh materi yang tampak! Karena secara mudah materi dapat dibagi, maka timbul suatu pertanyaan penting, apakah materi dapat dibagi terus-menerus tanpa batas atau ada batas terkecil di mana materi tidak dapat dibagi lagi. Demokritus dan Dalton menjawab dengan teori atomnya. Ada bagian terkecil dari suatu zat yang tidak bisa dibagi lagi, yaitu atom! Semua zat terbentuk dari beberapa unsur dasar (kira-kira seratus unsur). Tiap unsut murni terdiri dari milyard milyard milyard…atom-atom yang maha kecil, tetapi tidak bisa dibagi lagi. Jika atom-atom dari berbagai unsur murni bergabung, maka terbentuk molekul, yang merupakan zat dengan sifat-difat fisis yang berbeda-beda dari unsur semula.
Teori bahwa atom adalah bagian terkecil suatu benda yang tidak bisa dibagi lagi gagal menjelaskan beberapa hal, terutama ia gagal menjelaskan berbagai efek kelistrikan maupun kemagnetan. Ia gagal pula untuk penjelasan yang memuaskan dalam berbagai sifat kimiawi berbagai unsur dan senyawa. Dari mana datangnya arus listik? Bagaimana menjelaskan penemuan elektron Thomson? Elektron merupakan partikel mikro-mikro yang bermuatan negatif yang bisa muncul misalnya saat kita memanaskan sebuah filamen. Apakah elektron ini juga atom? Kalau elektron ini atom, mengapa ia dapat berasal dari berbagai unsur? Teori atom ini juga gagal menjelaskan dengan baik sifat periodisitas dari berbagai unsur yang telah ditemukan dan disusun oleh Dmitri Mendeleev dan Lothar Meyer.
Rutherford dan Niels Bohr datang dengan tesis utamanya; atom itu terbentuk dari partikel-pertikel yang lebih kecil yaitu inti atom dan elektron. Inti atom bermuatan positif, elektron bermuatan negatif. Elektron mengitari atom dalam orbit-orbit tertentu yang teratur. Jari-jari inti atom Hidrogen diperkirakan berorde seperseratusribu dari jari-jari atomnya. Dan jari-jari elektron jauh lebih kecil dari jari-jari inti atom Hidrogen. Apa yag ada di antara elektron dan inti atom? Ruang Hampa! Ruang Hampa! Sekali lagi Ruang Hampa! Jadi kira-kira 99,99999999999999999 % ruang dalam atom itu Hampa!
Apa artinya? Kalau kita menatap dan melihat bahwa kertas ini utuh dan merupakan suatu materi yang malar, ataupun bangunan kita adalah suatu materi yang tersusun kokoh kuat, atauoun melihat bahwa baja itu suatu materi kontinyu maha-kuat, sebenarnya, semua yang kita lihat itu menurut teori Bohr sederhana 99,999999999999 % Ruang Hampa! Sama sekali bukan materi kontinyu menurut bayangan kita. Jadi yang kita anggap garis lurus batas suatu logam itu nafi! Itu hanya imajinasi. Kenyataan sebenarnya tidak ada garis tersebut, dan meteri itu ada di titik-titik ruang tertentu yang maha-kecil saja. Sebenarnya semua yang kita lihat, ini “kosong” tapi nampak seolah-olah “isi” karena adanya keterbatasan penglihatan kita dalam mencerap kenyataan ini. Seadainya mata kita dpat melihat benda yang ukurannya satu juta-juta kali lebih kecil dari apa yang biasa kita lihat sehari-hari maka ia akan bisa menyaksikan “kekosongan” ini.
Lebih lanjut ternyata ditemukan lagi bahwa inti ataom terdiri atas berbagai pertikel yang lebih kecil, seperti netron dan proton. Netron memiliki massa tapi tak bermuatan. Proton memiliki massa dan bermuatan positif. Menjadi pertanyaan berikutnya, kalau proto-proton bermuatan positif, kenapa mereka tak tolak menolak. Jawabnya? Karena adanya gaya kuat! Dewasa ini Prof. Dr. Abdussalam dan kolegannya telah berhasil membuktikan bahwa gaya kuat ini dihasilkan karena ternyata proton maupun netron terdiri dari berbagai partikel yang lebih kecil lagi….! Sampai kapan penemuan-penemuan partikel yang lebih kecil ini akan ditemukan lagi? Semakin lama semakin kecil. Semakin kecil semakin luas kekosongan…….
Adalah suatu pandangan yang amat logis dan tidan bertentangan dengan kenyataan maupun hukum-hukum fisika yang berlaku kita membayangkan dalam sari-sari terkecil suatu benda apapun, yang ada hanyalah titik-titik tertentu dalam ruang yang membawakan efek bagi lingkungan sekitarnya, dari kekosongan yang berisi. Apa isinya? Medan-medan berbagai efek yang ditimbulkan dengan pusat. Berbagai titik-titik tersebut berkarakterisasi memiliki massa, medannya adalah medan gravitasi. Jika memiliki medannya adalah medan listik, dan seterusnya. Menurut pandangan ini, materi yang kelihatannya menurut mata kita adalah sesuatu yang malar, kontinyu ini tidak lain hanyalah suatu kekosongan ruang yang di dalamnya terdapat berbagai efek meda. Efek medan bukanlah suatu materi yang malar, Ia bukanlah materi arti fisik sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa.
Salah satu yang terpenting sebagai penghasil medan-medan ini adalah elektron. Elektron dapat ktia konsepsikan sebagai suatu titik-titik dalam ruang yang memilki gejala medan tertentu. Ia bergerak terus menerus mengitari inti atom. Gerakan elektron memindahkan titik-titik pusat meda tertentu, mengubah energi yang terkandung dalam medan, di buang ke luar atom dalam bentuk cahaya atau mengubah sifat-sfat mikro atom.
Mekanika kuantum datang memberikan analisis yang jauh lebih akurat dan lebih umum. Persamaan Schrodinger, -yang merupakan suatu persamaan differensial parsial yang amat rumit-, memberikan solusinya untuk berbagai persoalan di alam mikro. Spektrum yang dihasilkan oleh atom Hidrogen dapat dijelaskan dengan baik oleh teori Bohr, tapi persamaan Schrodinger memberikan hasil yang lebih teliti.
Satu aspek terpenting dari mekanika kuantum adalah bahwa gterak dari titik massa dipandang sebagai gerak gelombang? Apa itu gelombang? Bayangkan ketika bunyi datang pada anda tanpa melalui rambatan partikel. Tapi apa yang dikatakan mekanika kuantum? Jiak ada bola datang pada Anda, maka gerak bola ini dipandan sebagai gerak gelombang. Artinya apa? Ada partikel datang pada Anda tanpa melalui adanya partikel yang datang pada Anda. Yang pertama berasal dari kenyataan bahwa ada materi yang datang pada Anda. Yang kedua berasal dari kenyataan bahwa gerak tersebut menurut Mekanika kuantum dapat dipandang sebagai rambatan gelombang. Apa artinya? Terjadi dualisme! Lebih dalam lagi? Teori kontradiksi! Jadi apa kesimpulannya? Pada tahap ini sebenarnya definisi-definisi fisika tradisional yang dikembangkan berdasarkan pengamatan inderawi tidak dapat digunakan lagi.
Perhatikan pengertian materi menurut apa yang telah kita bahas sebelumnya. Pandang materi sebagai suatu ruang di mana di dalamnya terdapat medan-medan. Apa artinya meda? Medan adalah kemampuan untuk menggerakan sesuatu. Artinya medan tiada lain adalah energi. Apa arti medan? Medan adalah usuikan atau gangguan jika dilihat dari keadaan tidak ada medan. Jadi materi dalam pengertian ini langusng identik dengan gelombang itu sendiri. Jadi gerak materi dapat dipandang sebagai gerak gelombang, karena materi dan gelombang itu sama saja.
Jadi inilah salah satu pengertian, “kosong tapi isi, isi tapi kosong” Kosong, tidak ada materi yang malar yang mengisi berbagai ruang seperti yang ada dalam imajinasi kita, bahkan telah menjadi definisi kita! Isi, berisi berbagai medan yang mampu mengubah dan menggerakan berbagai hal lain. pandang tangan Anda. Perluhkan bahwa berbagai tampak luar dari tangan Anda adalah imajinasi, hasil keterbatasan indera kita. Sebenarnya tidak ada materi malar, kosong, Kosong! Yang ada hanyal berbagai interkasi medan atau energi, Isi!

Kabut-Kabut Kemungkinan

di balik kabut Semeru
tiada tampak ujud seribu burung yang sedang berkicau nyaring
di balik kabut Sang Maha Meru
tiada tampak….Di Manakah Ia yang sejati, yang senantiasa
bertabir dalam berbagai ia-ia
dimitri mahayana, 29 Oktober 1994

Sebuah aspek penting lain dari mekanika kuantum adalah bahwa gerak suatu partikel mengikuti suatu hukum yang bersifat probabilistik. Terutama jika kita tetap pada keyakinan kita bahwa partikel, -sebutlah misalnya elektron-, merupakan sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang, waktu hanya sati titik. Jika dalam benak kita masih tergambar bahwa elektron misalnya adalah suatu bola mahakecil, maka posisi maupun kecepatan elektron di suatu saat, tertentu bersifat probabilistik.
Persamaan Schrodinger memandang gerak benda sebagai rambatan suatu gelombang. Energi gelombang terkandung pada suatu bagian ruang tertentu berbanding lurus dengan kemungkinan titik partikel terdapat pada bagian ruang tersebut. Tapi ingat hanya kemungkinan. Dan kemungkinan tetap kemungkinan. Jadi perhatikan urutan premis di bawah ini;
Jika kita memandang bahwa Persamaan Schrodinger adalah salah satu hukum yang berlaku di alam
Dan jika kita memandang partikel pada dasarnya adalah sesuatu yang menempati ruang dan waktu.
Maka;
“Hukum yang mengatur gerak partikel-partikel tidak bersifat deterministik, artinya ia bersifat probabilistik”.
Jadi kepada arwah Dr. Eistein dan Dr. Schrodinger, mari kita ungkapkan penafsiran ini. Tuhan tidak bermain dadu. Karena dadunya tidak ada. Karena partikel, -sebagai dadu-, hanyalah konsepsi imajiner. Kalaupun partikel itu bergerak bagai dadu, -bukanlah Tuhan yang memainkannya-, fikiran dan imajinasi kitalah yang memainkannya. Pemikiran kita terbatas, konsepsi kita tentang materi telah mengurung kita dalam penjara-penjara tiada ujung yang menyedihkan. Bukanlah kini saatnya bagi kita untuk menyadari bahwa selama ini kita terpenjara, dan mari bersama-sama melakukan “Escape form thies beloved jail,-Melepaskan diri dari penjara yang kita cintai ini-“. Melepaskan diri dari konsepsi bahwa partikel adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.
Sebagai sebuah contoh, perhatikan suatu bola tenis yang mengenai tembok baja beton setinggi enam meter. Misalnya bola itu mengenai tembok dengan arah tegak lurus terhadap tembok pada ketinggian satu meter. Mekanika kuantum menyatakan bahwa “ada kemungkinan bola akan bergerak menembus tembok, muncul dan melanjutkan geraknya di balik tembok, tanpa ada bagian tembok yang terlubangi.” Memang kemungkinan itu kecil sekali, amat sangat kecil sekali. Tapi itu tetap mungkin! Dan hal ini benar-benar mustahil dan seolah melanggar prinsip non-kontradiksi jika kita tetap bertahan pada pengertian kita bahwa meteri adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Secara eksperimental, gejala ini telah dibuktikan dalam skal atom oleh Dr. Ivan Giaever, salah seorang pemenang Nobel fisika pada tahun 1973. Jadi inilah bagi kita dari pengertian dan pemahaman kita atas materi yang telah terlalu mendasari berbagai pemikiran kita.
Materi adalah kabut. Yang menutupi kenyataan. Walaupun di gunung berkabut yang terdengar hanyalan kicau burung, kita yakin bahwa ada burung walaupun tak tampak. Jika kita hanya berfikir tentang kabut, mungki saja mengkonsepsikan bahwa kabut itulah yang berkicau. Betapa naifnya jika kita tergeletak dalam kepekatan kabut materi!
Gerak, Ruang dan Waktu: Apakah itu?
Alam adalah gerak. Grak air terjun, gerak udara dalam angin, gerak amuba-amuba dalam air gerak elektron mengitari proton, dll.
Apa itu pasana yang memiliki berbagai derajat? Derajat panas suatu gas tidak lain adalah suatu sifat makroskopik dari gerakan dan tumbukan trilyun trilyun trilyun…molekul-molekul gas. Ditinjau di alam mikronya, dari tiap molekulnya, suhu tidak mempunyai makna. Yang ada hanyalah energi gerak dari molekul-molekul tersebut. Dan ini secara makro dapat dirasakan oleh indera manusia maupun indera dari suatu alat ukur dan disebut suhu.
Apa itu arus listrik dan berbagai gejalan dalam rangkaian elektronik? Adalah gerakan elektron melalui berbagai media.
Apa itu gelombang air? Adalah gerak rambat energi melalui sifat-difat elestisitas dari mediumnya, yaitu air.
Apa itu cahaya? Adalah gerak rambat energi elektromagnet melalui suatu medium ataupun ruang hampa.
Apa itu bunyi? Adalah gerak rambat energi melalui getaran dari partikel-partikel udara. Ketika getaran partikel-partikel itu mengenai telinga, akan dikenali sebagai bunyi.
Apa itu berbagai reaksi kimia? Adalah gerakan perpindahan elektron-elektron dari satu orbit ke orbit lain, sehingga secara makro dikenali dengan berbagai perubahan sifat kimiawi berbagai zat.
Adalah telah menjadi konsepsi umum bahwa sifat “gerak” seolah hanya bisa dinisbatkan kepada materi. Padahal tidak demikia. Dalam fisika tradisional itu sedniri, gerak dibagi menjadi gerak materi dan gerak gelombang. Gelombang bisa merambat tanpa memerlukan perambatan materi. Jadi dasarnya gerak adalah perambatan enegeri. Apa energi itu? Kemampuan melakukan usaha atau gerak. Kemampuan untuk menggerakkan suatu benda dari keadaan diam menjadi bergerak.
Lebih lanjut Teori Relativitas Einstein telah membuktikan ekivalensi massa dan engeri. Massa itu energi itu massa. Jika anda sedang berfikir kemampuan sesuatu untuk mempengaruhi yang lain, berarti Anda sedang memikirkan engeri. Sedang jika Anda sedang berfikir tentang kemampuan sesuatu untuk lebih besar bersifat lebih lembam, -lebih sulit untuk digerakkan oleh yang lain. jadi karena massa ekivalen dengan energi, maka secara lebih umum gerak dapat dinisbatkan kepada “energi” saja. Karena materi adalah energi itu sendiri. Kenapa tidak kita nisbatkan pada “materi”? karena pada pembahasan yang telah lali kita jelaskan bahwa materi adalah merupakan suatu konsepsi subyektif yang telah kehilangan nilai keobyektifannya dalam Mekanika Kuantum. Jika Mekanika Kuantum benar, konspesi tentang gerak harus diubah. Kita tidak bisa menisbatkan suatu gerak pada sesuatu yang tidak ada secara obyektif, yakni materi.
Jadi apa itu engeri? Kemampuan untuk menggerakkan suatu massa. Atau dengan kata lain adalah kemampuan suatu definisi yang tidak tepat secara logika, karena definisi itu mengandung apa yang didefinisikan itu sendiri. Energi adalah kemampuan untuk menggerakkan energi lain. energi lain adalah kemampuan untuk menggerakkan energi lain lagi, dan seterusnya. Ini akan menghasilkan rantai definisi tanpa ujung, sehingga definisi ini kehilangan maknanya.
Dengan menilik definisinya, dengan mudah dapat dibuktikan bahwa gaya dapat dimaknakan sebagai perubahan energi tiap satuan jarak dalam ruang yang ditempuh.
Sehingga dapat diperoleh tiga unsur yang paling mendasar bagi gerak, yaitu: energi, ruang dan waktu. Anggaplah dulu bahwa ketiga unsur ini aksiomatis, tidak dapat didefinisikan lagi. Tapi awas! Teori Relativitas Einstein kembali menyatakan bahwa ruang maupun wakti tidak absolut, tapi relatif. Tidak dapat didefinisikan suatu ruang dan waktu mutlak. Ruang dan waktu memiliki makan yang personal, amat personal. Suatu partikel (sekarang baca: energi!) yang bergerak relatif terhadap partikel lain (sekarang baca: energi lain), masing-masing akan memiliki ruang dan waktu sendiri-sendiri! Jadi seandainya, sekali lagi seandainya, energi dapat dibayangkan sebagai suatu makhluk yang memiliki derajat kehidupan dan kesadaran tertentu, ruang dan waktu bersifat subyektif! Lebih jauh lagi mereka tidak memiliki makna tanpa adanya gerak dari benda tersebut. Mungkin itulah suatu dasar dari ucapan “Ruang dan Waktu? Ilusi, hanyala ilusi!”. Ruang dan Waktu kehilangan makna adanya tanpa adanya gerak dari pertikel (baca: energi!). Lebih lanjut energi adalah kemampuan untuk melakukan gerak itulah energi, itulah materi. Ruang dan Waktu? Adalah ilusi dari gerak. Karena itu benalah khutbah mulia dari Sayyidina Musa bin Husein Al-Habsyi Al-Bangili (r.a): “Tiada lain alam ini adalah gerak dan materi hanyalah potensi untuk melakukan gerak”.
Dalam kekosongan segala
kudapati ruang
dan denyut nafaskupun menyadari roda-roda waktu
Dalam ketiadaan ruang maupun waktu
kudapati Gerak, sumber dari semua citra di mayapada
Apakah Gerak itu? Aku tidak tahu
Yang kutahu, sekiranya Gerak itu satu-satunya yang Ada
maka Gerak tiada akan berGerak
Jadi Ada dan Tiada apakah artinya?
Ada dan Tiada adakah bedanya?
Di balik Ada dan Tiada, hanya kulihat satu Hakikat,
Tuhanku, Tuhan Yang Maha Agung dalam kesendirianNya !
(Tulisan ini diambil dr http://www.filsafatislam.com/)

03/10/08

Mutiara Zaman


Pertama adalah Rumi, nama lengkapnya Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Kumpulan puisi Rumi yang terkenal bernama al-Matsnawi al-Maknawi konon adalah sebuah revolusi terhadap Ilmu Kalam yang kehilangan semangat dan kekuatannya. Isinya juga mengeritik langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, mengebiri perasaan dan mengkultuskan rasio. Diakui, bahwa puisi Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya. Melalui puisi-puisinya Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Dalam puisinya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.

Kemudian Muhammad Iqbal adalah sosok besar dalam khazanah kebudayaan Islam. Pemikirannya dikemasnya dalam bentuk puisi, dan itu membuatnya abadi. Muhammad Iqbal, lahir 9 November 1877. Dia adalah seorang filsuf, pemikir, cendekiawan, ahli perundangan, reformis, politikus, dan yang terutama: penyair. Dia berjuang untuk kemahuan umat Islam dan menjadi “bapa spiritual” Pakistan. Beberapa karyanya yang terkenal, dalam antologi puisinya yaitu Asrar-i-Khudi (Rahsia Diri), Javid Nama, dan The Reconstruction of Religious Thought in Islam adalah karya bukan-fiksinya yang ketiga setelah Ilm Al-Iqtisad (Ilmu Ekonomi, 1903) dan disertasinya. Buku kumpulan ceramahnya dari Madras, Hyderabad, dan Aligargh ini adalah Magnum Opus-nya di bidang filsafat dan menjadi pegangan bagi pemikir Islam hingga saat ini.
Selanjutnya Abu Ya‘la al-Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Rusyd (1126-1198), atau yang lebih terkenal dengan sebutan Ibn Rusyd atau Averroes, adalah filosof Muslim Barat terbesar di abad pertengahan. Dia adalah pendiri pikiran merdeka sehingga memiliki pengaruh yang sangat tinggi di Eropa, Filsafat Ibn Rusyd merepresentasikan titik kulminasi pemikiran Muslim dalam sebuah arah yang sangat esensial, yaitu memahami Aristoteles. Karyanya yg terkenal adalah Tahafut al-Tahafut-nya yang ditulisnya sebagai bantahan terhadap terhadap buku al-Ghazali, Tahafut al-Falasifah. selain Buku dalam bidang filsafat dia juga menulis buku bidang kesehatan yaitu satu ensiklopedia yang berjudul Kitab al-Kulliyat fi al-Tibb. Ensiklopedi tersebut terdiri dari tujuh buku yang berhubungan dengan anatomi, fisiologi, patologi umum, diagnosis, materia medica, kesehatan dan terapi umum. merekalah sebagian orang-orang yang menyediakan pisau-pisau keilmuan yg sampai sekarang harus kitapergunakan sampai kita menemukan intan-intan keilmuan yang disediakan oleh Allah SWT. - El_Rydhoe -