13/12/09

Afwan ya habibati

semakin jenuh itu timbul, pada saat sama semakin bertambah pula eksistensi sejatimu dalam hidupku
aku memang sempat lakukan salah
aku memang pernah khianat rasa
aku memang aib untuk kesejatian cinta

dengan kerendahan jiwa mu aku semakin malu
bahwa lakuku tiada pernah terbenarkan
maaf ku mungkin tiada berarti
tapi aku akan pastikan jiwamu memenuhi dalam relung kalbuku
maaf ku dlm jiwa, maafku dalam rasa, maaf ku dlm sanubari semesta
untuk mataharique

20/11/09

Keindahan Suci

Sungguh aku tak bisa beri alasan kenapa aku mengatakan bahwa kau adalah sesuatu yang "Indah..."

Hal itu layaknya aku berjalan di tengah kosmos yang penuh dengan teka-teki dan menulusuri labirin yang simpul-simpulnya selalu terbuka sampai akhir.

Keindahan adalah sebuah keasingan yang nyinyir perih dirasa
Karena sangat sulit ku pahami, hampir-hampir mistis adanya
Seperti warna-warni cakrawala yang menakjubkan, sekaligus berat membingungkan

"salamku untuk mu Ibu... "

12/11/09

Benar adanya

Tarian jemari dalam bit-bit symbol
Terhenti pada sebuah aksen yang silam
Bahwa aku sempat kenal dengan perempuan

Bukan pandangan pertama
Bukan juga kesan bermula
yang pasti, Bukan niat men-dua

Itu hadir tanpa alasan
Itu muncul disela perjamuan
saat ramai dalam kesepian

sedikit berbeda, tapi tetap sama
bahwa mereka memiliki kepekaan rasa
maaf kan aku wahai yang disana
kalau lah ini adalah luka
kalau lah ini adalah dusta tanpa mata

yang pasti, tidak ada nama selain yang satu
dibalik awan yang selalu membiru
dengan sinar mu alam menjadi malu
hanya engkau yang kusebut matahariku




dimalam..saat temanku tertidur

10/11/09

Salju II

Salju..
Sama dengan ayat-ayat saljuku
Tapi salju yang satu ini berbeda
Ia adalah nyata, senyata dunia

Aku belumlah mengerti saljuku
Tapi mungkin ia sudah mengerti aku
Karena ia begitu putih juga suci

Aku lebih banyak bercerita tentangnya di malam hari
Karena aku takut, terdengar yang lain
Aku sering membicarakannya disaat sepi
Karena aku tak mau terlihat oleh laki-laki yang juga ingin

Aku simpan ia dikehangatan yang sempurna
Aku jaga ia dalam rahasia malam
Aku senyapkan ia dalam selimut rasa

Salju

Salju..
kata itu muncul dengan tiba-tiba
entah dimana rimbanya, pastinya kaulah muaranya
muara segala yang ada di hati
muara segala yang ada di rasa

salju..
seperti itu dzikirku aku lafazkan
tak ku hiraukan apa kata orang
kepalaku tetap utuh dalam anggukan
dalam tarian syahdu saljuku…

salju..
terkadang menakutkan, tapi lebih banyak menyegarkan
terkadang menjemukan dengan warnanya yang satu
tapi aku senang
tapi aku paham bahwa ia setia pada pendirian

sudut bangku, dalam ingatan.....

17/09/09

sAat Dimana aKu teRkenanG

Diam tersungkur pada satu tatapan
melihat tajam di kejauhan awan
tampak kegembiraan hiasi sinar bintang
mereka seperti berbicara
bulan saat itu sedang menyapa
dengan aku dalam satu rasa
rasa rindu untuk kembali bersama

Rindu itu pun semakin terasa
waktu dimana masa kecilku makin mengeruak kepermukaan utk dikenang
terhampar luas tanah lahir utk menginjakkan kaki
yang sudah lama lupa dgn bumi kenangan lampau
sahabat, teman, kawan juga lawan
aku ingin kembali pulang....


Jakarta, pojok bangku
17 bulan Ramadhan 2009

06/09/09

-

sampai kapan balutan citra kosong itu tertanam
sampai kapan goretan topeng bolong itu melekat
sampai kapan aku bisa rasakan, kalau sunyi itu tak diam
sampai kapan aku bisa suarakan, kalau gelap itu tak hitam

kemana lagi harus ber-lari
kalau jalan suasana semakin sepi
kemana lagi harus ber-teriak
kalau angin tak lagi menge-riak
kemana lagi harus mengadu
kalau manusia sdh jadi batu

uuukkkhhhhhh

syahdan...
tataplah ke semua penjuru
pastikan tak ada yang terlepas
ikat semua dgn urat tubuh mu
sapa kan dengan senyum darahmu
bahwa ibu kita, ibu pertiwi, ibu srikandi, masih berdiri
tegak dengan kekauatan hati

21/08/09

MenCari

sunyi..tak berbunyi
dingin..tak ber-angin
senyap..tak dapat diresap

dimana aku ber-ada?
dimana aku me-rasa?
dimana aku harus menyapa?
sapa tanpa suara
salam tanpa dendam
senyuman tanpa imbalan

Cukup di Aku

kata yang tak pernah ada..
suara yang tak pernah tersua...
rasa yang tak sempat dibuka...

biarlah aku saja..
biar.... aku.... saja....
aku saja yang tahu bahwa itu pernah ada
aku saja yang tahu bahwa itu sempat ada
aku saja yang tahu bahwa itu memang benar adanya...

aku... saja....
cukup aku saja....

maafkan aku wahai adinda...