Sebuah foto sepertinya mulai hilang secara perlahan dalam kajian kita, entah ini hanya prasangka atau mungkin saja hanya sekedar negosiasi akan eksistensi semata. yang pasti, bagi saya sendiri foto adalah hal yang penting dalam membuat sebuah formula untuk menanamkan kode-kode pencitraan ketika membuat sebuah makna khusus.
Apa sebenarnya yang membuat pamor foto kalah rating dengan pengkodean melalui media televisi?itu mungkin bisa kita jawab bareng-bareng,untuk kalian yang mengaku seorang fotografer, pencinta foto atau juga yang suka difoto,hwe..
Tentunya dalam coretan iseng saya ini, sedikit ingin menyinggung sekaligus menjunjung lagi arti sebuah foto dalam pembentukan kode-kode kulturul dan menjadi bahan santapan masyarakat secara tidak sadar dalam mengaktualisasikan kediriannya, bahkan yang sering dilupakan menjadi riset perbendaharaan mereka untuk menentukan kostum, orang disekitar,life style dan semua yang berbau dunia ke-anyaran.
Ragam cara manusia menyajikan selembar foto menjadi sebuah media informasi,provokasi dan tentunya apresiasi terhadap diri sendiri akan kelebihan atau tanpa sadar kekurangan. Lihat saja gelaran pemaran foto tunggal, kolektif, buku sampai tag foto yang sekarang makin gencar menggempur otak masyarakat Indonesia is pacebuuk (kata teman saya,,hee)
saya teringat kata seorang jurnalis Eropa. "kita tak boleh buta terhadap fakta bahwa, disebuah dunia yang sepersekian waktunya ditembusi oleh berbagai produk media industri, yang itu telah muncul suatu arena besar untuk proses self-fashioning. Ini adalah panggung yang terbebas dari keterbatasan spasial dan temporal interaksi dari muka ke muka dan aksesibilitas foto dan gempuran globalnya, dan ini semakin tersedia bagi individu di seluruh dunia."
apa yang diramalkan ole jurnalis Eropa itu memang benar adanya, apalagi setelah dunia analog digeser tanpa ampun oleh era digitalisme, dengan bersembunyi dari isu global warming, mereka layaknya pahlawan penyelamat komunikasi tanpa batas. tidak ada batas umur, tidak ada tembok gender, semua diberikan ruang lebar untuk bisa mengaplikasikannya. segala fitur benar-benar menjadi senjata untuk membelah semesta hingga tanpa batas.
nah...impact-nya di kultur masyarakat tentu jauh lebih besar dari alatnya. layaknya partikel atom kecil yang sanggup luluh lantakkan benua negeri sakura. apapun tanggapannya itu, naturalnya alam adalah membagi dalam dua bagian makna. negatif positif alamiahnya muncul sendiri dalam pemaknaan ini, tentu kita mengambil poros yang terkadang ambigu,yang pasti menghindarkan anggapan yang parsial.
dalam hal ini, segala issu bisa muncul dengan cepat, obrolan westernisasi, ketimuran hingga yang paling lokal bahkan personal terbongkar dan tersiar dengan lantang dari media ini. gw modern, lu kampunga!, ane alim lu bezat, gw sedih, gw senang, kita hancur, kami suka dan seluruh makna kultural yang timbul. dan lebih fatalnya media ini menjadi simbol anak muda yang gaul, atau b ahkan melek teknologi modern, lebih dekatnya menjadi life style.
to be continue(maaf terhenti dulu sampai disini..untuk kalian yang baca bisa komentar dulu sedikit dari coretan saya ini atau mungkin menambahkannya..maklum nulisnya di ruang yang dibatasi akan waktu+tanggung jawab+dan semua yang mengharuskan saya tunduk akan rule itu...hweee.apologinya klise banget ya....
nanti akan saya sambung lagi..pasti!!)
19/03/10
Jalanku
setapak langkah mulai tinggalkan jejak
naiki anak tangga yang aku yakin ada ujungnya
suara mu pun mulai terdengar
tandakan bahwa aku tak sendiri
aku yakin itu..!!
naiki anak tangga yang aku yakin ada ujungnya
suara mu pun mulai terdengar
tandakan bahwa aku tak sendiri
aku yakin itu..!!
19/02/10
untuk-Mu Sang Pemilik Nama
di penghujung ego diri
di puncak keangkuhan hati
aku tersungkur keras
dikemaluan yang tak tertepi
pada-Nya aku malu untuk berdiri
kemana kebebasan manusia kala Ia meng-Ada?
dimana kekuatan manusia saat Ia mulai berbicara?
siapa dari kalian yang bisa bantu jawabnya...!!
aku saja tak tau...!
mungkin aku sendiri akan bilang!
"Cukup diam dan malu ku yang menjawab semua"
'Alaika...
di saat sepi ruang kantor, at 03.00
di puncak keangkuhan hati
aku tersungkur keras
dikemaluan yang tak tertepi
pada-Nya aku malu untuk berdiri
kemana kebebasan manusia kala Ia meng-Ada?
dimana kekuatan manusia saat Ia mulai berbicara?
siapa dari kalian yang bisa bantu jawabnya...!!
aku saja tak tau...!
mungkin aku sendiri akan bilang!
"Cukup diam dan malu ku yang menjawab semua"
'Alaika...
di saat sepi ruang kantor, at 03.00
09/02/10
Selepas lelap
Logika terbalik..
menyapa kamu, lupakan sepi sejenak
tersadar dikesunyian malam
sendiri dibalik pandangan yang masih kosong pula gelap
sedikit bergerak, rasakan jiwa saat kembali tersentak
ada satu nama terpikirkan
hampir penuhi otak yang terasa sesak
segaris wajah hitam manis
hadir dikelopak mata dengan gerutan alis tipis
perempuan yang pakaikan kerudung suci
ku sampaikan, bahwa aku sedang menanti
ajaklah angin juga rembulan malam
biarkan mereka tuntun kamu dalam tapak kelam
gelap malam kan terasa terang
jika kau sapakan alam dalam ingatan Tuhan
aku ingin ajak kamu dalam jamuan suci
bersama, satukan rasa
berdua, mengukir cerita
hikayat hidup nan indah untuk disampaikan ke Tuhan
dalam lafaz cinta sejati nan hakiki..
dikau perempuan yang kupanggil Matahariqu
menyapa kamu, lupakan sepi sejenak
tersadar dikesunyian malam
sendiri dibalik pandangan yang masih kosong pula gelap
sedikit bergerak, rasakan jiwa saat kembali tersentak
ada satu nama terpikirkan
hampir penuhi otak yang terasa sesak
segaris wajah hitam manis
hadir dikelopak mata dengan gerutan alis tipis
perempuan yang pakaikan kerudung suci
ku sampaikan, bahwa aku sedang menanti
ajaklah angin juga rembulan malam
biarkan mereka tuntun kamu dalam tapak kelam
gelap malam kan terasa terang
jika kau sapakan alam dalam ingatan Tuhan
aku ingin ajak kamu dalam jamuan suci
bersama, satukan rasa
berdua, mengukir cerita
hikayat hidup nan indah untuk disampaikan ke Tuhan
dalam lafaz cinta sejati nan hakiki..
dikau perempuan yang kupanggil Matahariqu
18/01/10
The Sign
cerita ini semua tentang dirimu
segala persepsi ini tertuju kepadamu
tiada sebait kata terlewatkan
luluh runtuh teori makna
metasemiotika bahasa dan kata
Sebuah arti Ada-nya dirimu
dimataku..
wahai Perempuan, Tanda bagiku...
segala persepsi ini tertuju kepadamu
tiada sebait kata terlewatkan
luluh runtuh teori makna
metasemiotika bahasa dan kata
Sebuah arti Ada-nya dirimu
dimataku..
wahai Perempuan, Tanda bagiku...
31/12/09
Abdurrahman ad-dakhil

kembali jatuh satu bunga
gugur dari pohon keilmuan
satu sosok sang penakluk
guru bangsa yang tetap saja carut marut
ribuan jiwa surgawi sudah lama menyambut
tapi kami, dibumi tak sudi ia pergi
kami rindu tawanya
kami bangga dengan akalnya
kami takjub dengan celotehnya
alampun tersipu
melihat senyumannya
senyum terakhir dari sang laki-laki
laki-laki untuk semua umat yang beragama
laki-laki yang ilmunya tak pernah lekang dibumi
ilmunya abadi
abadi dihati kami......
salam al-Qur'an untukmu murabbi kami....
gugur dari pohon keilmuan
satu sosok sang penakluk
guru bangsa yang tetap saja carut marut
ribuan jiwa surgawi sudah lama menyambut
tapi kami, dibumi tak sudi ia pergi
kami rindu tawanya
kami bangga dengan akalnya
kami takjub dengan celotehnya
alampun tersipu
melihat senyumannya
senyum terakhir dari sang laki-laki
laki-laki untuk semua umat yang beragama
laki-laki yang ilmunya tak pernah lekang dibumi
ilmunya abadi
abadi dihati kami......
salam al-Qur'an untukmu murabbi kami....
25/12/09
Lembar yang masih tersembunyi
Beranikah dirimu sekarang, wahai jiwaku
Menatap bersamaku pada lembaran-lembaran yg tak kita ketahui
Dimana tak ada cahaya utk penerang dan tiada sisi kosong utk tuliskan
Tak ada petunjuk, pula tiada yang mengarahkan
Benar2 hanya kita ber-2 yg memegang tiap lipatan kertas itu
dan Mereka hanya menunggu untuk cerita kita...
Menatap bersamaku pada lembaran-lembaran yg tak kita ketahui
Dimana tak ada cahaya utk penerang dan tiada sisi kosong utk tuliskan
Tak ada petunjuk, pula tiada yang mengarahkan
Benar2 hanya kita ber-2 yg memegang tiap lipatan kertas itu
dan Mereka hanya menunggu untuk cerita kita...
20/12/09
Titik Cerah
secercah cahaya mulai tersibak
angin pun mulai hembuskan jejak tegasnya
jelas sekali kemana arah dia datang dan akan pergi
aku tatap disela-sela waktu menunggu
menunggu matahariku kembali tersipu
17/12/09
Aku mau
Jauh di kedalaman relung jiwa
aku sempat terbangun
menatap disela sudut semesta
bahwa ada yang selalu tersipu
entah aku sadar akannya
ataukah bayang semu diantara fatamorgana
tapi aku merasa kuat
kehadirannya begitu dekat
sibakkan tirai ragu
sampai aku malu
bahwa aku mau
dengan mu;
Matahariqu
aku sempat terbangun
menatap disela sudut semesta
bahwa ada yang selalu tersipu
entah aku sadar akannya
ataukah bayang semu diantara fatamorgana
tapi aku merasa kuat
kehadirannya begitu dekat
sibakkan tirai ragu
sampai aku malu
bahwa aku mau
dengan mu;
Matahariqu
Langganan:
Postingan (Atom)

